Trending

Epidemiolog ingatkan Presiden Jokowi waspada rakyat melawan

Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengingatkan pemerintah melalui Presiden Jokowi agar tak keras terhadap masyarakat dalam mengatasi pandemi covid-19. Sebab menurutnya, dikhawatirkan akan adanya perlawanan dari masyarakat yang tentunya akan menjadi bola panas bagi pemerintah.

Satu contoh kecil yang disampaikan juru wabah ini, adalah pentingnya bahasa komunikasi dan sikap yang disampaikan Pemerintah ke masyarakat. Penggunaan kata sederhana termasuk kampanye yang mudah dicerna sangat diperlukan di sini, sehingga akan mudah dicerna rakyat.

Sebaliknya jika tidak, rakyat tidak akan mau dengar. Seperti yang dipertontonkan belakangan ini, sejak pandemi digelar. Ini menurut sang epidemiolog juga berlaku untuk sikap yang dilakukan para petugas di lapangan dalam melakukan tindakan.

“Jangan terus menerus dimarahi atau dikerasi, karena bisa jadi akan ada perlawanan kalau pandemi disikapi dengan keras,” kata Pandu di Apa Kabar Indonesia, dikutip Kamis 22 Juli 2021.

Istilah PPKM Darurat Diganti. Foto: Kabar24
PPKM leveling diterapkan. Foto: Ist

Satu persoalan yang perlu diatasi Pemerintah menurut Pandu adalah lagi-lagi komunikasi. Sebab rakyat kerap disajikan dengan komunikasi yang buruk oleh para petinggi di Pemerintahan. Sehingga rakyat menjadi tak mengerti dan acuh.

“Kalau disikapi dengan bahasa sederhana, saya yakin masyarakat akan mendukung. Ini karena masalah kebersamaan yang belum terbentuk, masih ada fragmen para pejabat atau menteri yang mikir diri sendiri.”

“Harusnya Pak Jokowi mengingatkan juga ke anak buahnya gunakan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat,” katanya.

Epidemiolog respon positif PPKM leveling

Sejauh ini Pandu sendiri menyambut positif dengan inisiasi Presiden yang membuat leveling pada PPKM. Karena dengan begitu, masyarakat akan mudah memahami.

“Kalau level semua orang tahu, kayak level kepedasan. Nah ini harus disikapi, harus mengedukasi, agar komunikasi bisa sampai dengan mudah ke masyarakat,” katanya.

Presiden Jokowi saat memberikan arahan terkait evaluasi PPKM darurat. Foto: setkab.go.id
Presiden Jokowi saat memberikan arahan terkait evaluasi PPKM darurat. Foto: setkab.go.id

Dia juga meminta agar para pembantu presiden termasuk jajaran petugas di lapangan tidak salah tafsir atau salah mengintepretasikan komunikasi-komunikasi sederhana yang seharusnya disampaikan ke rakyat. Sebab itu akan jadi merugikan.

“Sebagai contoh, saya baca penjelasan Mendagri, itu rumit sekali, begitu kompleks. Tidak pakai bahasa sederhana. Nah di sinilah kita perlu merangkul semua ahli komunikasi, rumah produksi iklan untuk bisa edukasi dengan pesan-pesan yang mudah dipahami.”

“Para menteri sebagai anak buah Presiden Jokowi juga jangan jelimet, dan tidak menggunakan bahasa-bahasa yang tinggi.”

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close