Sains

Facebook amsyong ditinggal klien, cuan Mark Zuckerberg drop triliunan

Facebook ditinggal oleh berbagai perusahaan multinasional. Hal ini lantaran aplikasi besutan Mark Zuckerberg itu dianggap lambat menangani ujaran kebencian.

Aksi ini merupakan bagian dari kampanye Stop Hate for Profit, di mana berbagai perusahaan berjanji untuk tidak memasang iklan di Facebook selama bulan Juli. Hasilnya, ada lebih dari 160 perusahaan yang menarik uang mereka kembali, di antaranya Coca-Cola, Starbucks, Unilever, dan Verizon.

Baca Juga: Sebut nabi pernah sesat, Ustaz Evie Effendi diskak Habib Husein Ja’far

Bahkan, Unilever telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka tidak akan memasang iklan di Facebook hingga akhir tahun ini. Mereka menuntut Facebook agar melakukan tindakan tegas terhadap unggahan yang memuat unsur rasisme, kekerasan, serta kebohongan di platform berlogo biru tersebut.

logo Facebook
logo Facebook Foto: Flickr

Karena peristiwa ini, saham Facebook anjlok sebanyak 8% atau sekitar US$72 milyar (Rp103 triliun). Padahal, pada tahun sebelumnya Facebook berhasil meraup keuntungan sebesar US$102 milyar hanya dari iklan. Dengan begitu, dapat dipastikan bahwa dampak yang dirasakan Facebook cukup signifikan.

Mark Zuckerberg akui banyak PR

Merespon hal ini, Mark Zuckerberg mengatakan bahwa perusahaannya akan mulai menindak unggahan yang melanggar kebijakan Facebook, apalagi menjelang pemilu Amerika Serikat pada November mendatang.

Zuckerberg juga menyampaikan bahwa Facebook akan menyertakan link pada semua unggahan dan iklan yang berhubungan dengan voting. Hal ini dilakukan demi memberikan informasi yang akurat bagi pengguna aplikasi.

Facebook
Facebook. Foto: William Iven dari Pixabay

Facebook mengakui bahwa mereka masih memiliki banyak pekerjaan rumah.  Oleh karena itu, kini Facebook tengah menggandeng aktivis hak warga sipil beserta para ahli. Mereka akan bekerja sama untuk mengembangkan fitur yang memerangi ujaran kebencian.

Kampanye Stop Hate for Profit ini diprakarsai oleh organisasi bernama Free Press and Common Sense, serta didukung oleh Anti-Defamation League, NAACP, dan beberapa kelompok pembela hak sipil lainnya. Dukungan yang besar terus mengalir, terutama setelah insiden kematian George Floyd yang sarat dengan unsur rasisme.

Mereka mengaku kecewa lantaran Facebook membiarkan unggahan yang memancing kekerasan terhadap massa pendemo #BlackLivesMatter. Alhasil, mereka berhasil membuat Facebook diboikot oleh banyak perusahaan multinasional.

Sebelumnya, Facebook ditinggal banyak karyawan. Mereka mengundurkan diri secara sukarela karena kecewa dengan pernyataan Mark Zuckerberg yang terkesan enggan menindak ujaran kebencian. (CTH)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close