Trending

Fahri Hamzah: Jangan bikin rakyat tambah pesimis, kita semua sama-sama susah

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah memohon kepada negara agar memberikan rasa optimis di dada rakyat Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19. Dia berpesan jangan bikin rakyat tambah pesimis dalam penanganan Covid-19 ini.

Menurutnya dengan memberikan gambaran yang positif bakal membangkitkan kegembiraan rakyat.

Baca juga: Koleksi mobil Gatot Nurmantyo ternyata harga kaki lima rasa bintang empat

Fahri merenungkan pandemi Covid-19 ini belum semua rakyat mendapatkan akses layanan kesehatan yang sama. Ada yang bisa menjalani tes usap berkali-kali seperti dirinya, tapi ada sebagian masyarakat Indonesia lain yang tak bisa mengakses seleluasa dirinya.

Makanya dia berharap negara betul-betul pada jalan yang benar memberikan pelayanan kesehatan di masa pandemi Covid-9 ini.

Jangan bikin rakyat tambah pesimis

Waketum Partai Gelora, Fahri Hamzah
Waketum Partai Gelora, Fahri Hamzah. Foto Instagram @fahrihamzah

Fahri mengaku kadang punya pandangan negara tidak sanggup menghadapi pandemi Covid-19 ini sendirian. Namun Fahri tetap berharap pada negara bisa berbuat banyak kepada rakyatnya.

“Jika harus berharap pada NEGARA, saya minta satu hal saja. Hanya satu: JANGAN BIKIN RAKYAT TAMBAH PESIMIS. Tunjukkanlah bahwa kita sama-sama sedang bekerja, kita semua sama-sama susah dan saling menanggung,” tulisnya di akun Instagram dikutip Selasa 29 September 2020.

Dia mengatakan Covid-19 ini adalah realitas makanya mau tidak mau negara tidak ada pilihan mesti memperkuat rakyat untuk menghadapinya.

Dia mencatat setidaknya perlu tiga bekal untuk menghadapi Covid-19. Pertama masker, sebagai proteksi dini dan diri masing-masing. Kedua, stamina, yang menjadi daya tahan dan melawan pandemi ini. Dan ketiga, kegembiraan, yang menurut Fahri, suasana jiwa yang hepi sebagai sumber kekuatan melawan pandemi ini.

Angka sembuh banyak

rapid test massal di Surabaya
rapid test massal di Surabaya. Foto Instagra, @call112surabaya

Fahri juga mencermati angka kesembuhan Covid-19 di Indonesia yang cukup besar, mencapai lebih dari 200 ribu pasien. Di tengah ketidakmampuan negara memberikan fasilitas gratis tes usap, angka kesembuhan Covid-19 itu menjadi hal positif bagi rakyat. Artinya rakyat Indonesia bisa menang melawan Covid-19.

Baca juga: Jarang muncul selama pandemi, koleksi motor Menkes Terawan bikin kaget

Maka, menurutnya, angka kesembuhan ini mesti diagregasikan menjadi lebih luas.

“Jika kita sembuh, artinya tubuh kita menang melawan corona. Kemenangan individual itu harus di-copy menjadi kemenangan kolektif. Tugas kita sebagai rakyat adalah memenangkan pertarungan kecil. Tugas negara adalah memenangkan pertarungan besar. Inilah orkestra-nya,” tulisnya.

Corona bukan isu partisan

Sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd., yang berada di Beijing.
Sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd., yang berada di Beijing, China, 11 April 2020. Foto ANTARA Xinhua/Zhang Yuwei/pras)

Mantan Wakil Ketua DPR ini menegaskan, Covid-19 bukan isu partisan. Makanya tidak ada yang perlu disengketakan dari kehadiran Covid-19 ini. Tiba-tiba Covid-19 ada dan menyerang seluruh ummat manusia. Tidak peduli diskriminasi pangkat, jabatan, agama, suku dan golongan. Karena itu harusnya corona membawa kabar persatuan.

“Tugas paling berat ada pada negara. Mereka harus bisa mempersatukan kita. Kita ini rakyat biasa. Sehari-hari kita berjuang menegakkan hidup kita meski dalam bahaya. Tapi ada harapan,NEGARA hadir menjaga persatuan,” tulisnya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close