Trending

HOT! Fakta baru kasus Nani Sate Beracun terungkap, kali ini bikin geger

Polisi mengungkap satu fakta baru terkait kasus sate beracun yang menewaskan anak pengemudi ojek di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pihaknya memastikan, ada sosok lain yang memerintahkan pelaku, yakni Nani Apriliani Nurjaman melakukan perbuatan keji tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi mengatakan, Nani sehari-hari bekerja di suatu salon. Sedangkan targetnya, Tomy merupakan pelanggan setia di salon tersebut.

“Tersangka adalah pegawai sebuah salon dan memiliki beberapa pelanggan,” ujar AKP Ngadi, dikutip dari Kompas TV, Selasa 4 Mei 2021.

Menariknya, di antara para pelanggan tersebut, ada pelanggan berinisial R yang secara terang-terangan menyukai Nani. Namun, Nani tak menyukai R lantaran telah jatuh hati dengan Tomy.

“Kemudian ada salah satu pelanggan salon berinisial R yang suka terhadap tersangka (Nani). Tetapi tersangka tidak suka dengan R, karena tersangka menyukai pelanggan lain, yaitu T (Tomy),” urainya.

Beredar foto cantiknya NA, pelaku takjil sate beracun yang tewaskan anak driver ojol. Foto: Instagram
Beredar foto cantiknya NA, pelaku takjil sate beracun yang tewaskan anak driver ojol. Foto: Instagram

Lebih jauh, AKP Ngadi berkisah, Nani kerap menceritakan kehidupan asmaranya dengan sejumlah orang. Itulah mengapa, kesedihannya bukan menjadi rahasia umum, alias banyak pihak mengetahuinya. Bahkan, kesedihan Nani sampai juga ke telinga R.

Setelah tahu hati wanita yang dicintainya hancur, R akhirnya memberi saran ke Nani untuk mengirimkan makanan beracun ke rumah Tomy. Mulanya, saran tersebut bertujuan untuk membuat Tomy sakit perut dan muntah-muntah.

Setelah sepakat dengan saran R, Nani kemudian membeli potasium sianida atau kalium sianida (KCN) melalui lapak online.

“Akhirnya tersangka pun mengikuti anjuran pelanggan berinisal R tadi dengan cara membeli KCN secara online,” terang AKP Ngadi.

Nani bertindak pasif soal pengiriman sate beracun?

Setelah membelinya, R kemudian menyarankan Nani menyampurkan racun ke dalam sate. Tak berhenti di situ, R juga meminta pelaku mengirim makanan tersebut menggunakan ojek online (ojol) tanpa melalui aplikasi pemesanan.

Nina Aprilia Nurjaman, tersangka kasus sate beracun sianida
Nina Aprilia Nurjaman, tersangka kasus sate beracun sianida. Foto Antara/Andreas Fitri Atmoko/aww.

Rentetan fakta tersebut seakan membuktikan, bahwa Nani sejatinya bertindak pasif dan terdorong kepentingan emosional. “Tersangka mengikuti saran-saran tersebut,” kata AKP Ngadi.

Berkat kejadian itu, Nani dijerat Pasal 340 KUHPI sub Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 C Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tentang Perlindungan Anak. Dia terancam hukuman mati atau kurungan penjara selama 20 tahun.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close