Trending

5 fakta temuan tiga anak serumah diperkosa di Luwu Timur, kok tidak ada tanda-tanda

Mabes Polri mengungkapkan hasil temuan tim asistensi Bareskrim dalam kasus tiga anak diperkosa diduga oleh ayahnya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Tim khusus itu menemukan 5 fakta temuan, salah satunya ada peradangan pada bagian vagina dan dubur ketiga anak korban tersebut.

Polri juga mengungkapkan pemeriksaan tiga anak ke dokter spesialis kandungan dengan didampingi ibu korban dan LBH Makassar akhirnya batal dilakukan, lantaran ketiga anak mengalami trauma.

Muslima Fest

5 Fakta kasus tiga anak diperkosa

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono mengungkapkan 5 fakta temuan tim Barekskrim atas kasus dugaan pemerkosaan tiga anak di Luwu Timur.

Fakta pertama, tim Bareksrim menemukan awalnya ibu korban ternyata mengadukan kelakuan pencabulan mantan suaminya kepada tiga anaknya. Pengaduan awalnya bukan soal pemerkosaan.

“Tim penyidik menerima surat pengaduan dari saudari RS pada 9 oktober 2019, isi surat pengaduan ini yang bersangkutan saudari RS melaporkan telah diduga telah terjadi peristiwa perbuatan cabul jadi bukan perbuatan tindak pidana pemerkosaan,” ujar jenderal bintang satu itu soal fakta tiga anak diperkosa dalam konferensi pers, Selasa malam 12 Oktober 2021.

Karopenmas Divhumas Polri Irjen Rusdi Hartono. Foto: Ist.
Karopenmas Divhumas Polri Irjen Rusdi Hartono. Foto: Ist.

Selanjutnya fakta kedua yang ditemukan, adalah hasil visum ketiga anak yang dikeluarkan Puskesmas Malili pada 15 Oktober 2019. Sedangkan penyidik polisi setempat meminta dilakukan visum pada 9 Oktober 2019.

Tim Bareskrim mewawancarai dokter yang terlibat dalam visum di Puskesmas dan hasil visum kala itu, kata Brigjen Rusdi, tidak ada kelainan pada organ kelamin dan dubur ketiga korban.

Selanjutnya tim Bareskrim juga memeriksa dan mewawancarai semua yang terlibat dalam visum kedua di RS Bhayangkara Makassar pada 24 Oktober 2019.

Hasil pemeriksaan visum kedua keluar pada 15 November 2019, dan hasil kedua ini tidak ditemukan perlukan pada kelamin dan tubuh ketiga anak tersebut.

Fakta keempat yang ditemukan adalah adanya pemeriksaan medis kepada tiga korban di Rumah Sakit Vale Sorowako.

“31 Oktober 2019 tim supervisi menemukan bukti bahwa saudari RS ibu korban melakukan pemeriksaan medis kepada ketiga anaknya di Rumah sakit Vale Soroako,” kata Rusdi dalam keterangannya.

Tim memeriksa dr. Imelda, dokter anak di RS Sorowako yang memeriksa ketiga anak tersebut.

“Interview pada 11 oktober 2021 dan didapati keterangan bahwa terjadi peradangan di sekitar vagina dan dubur, maka diberikan obat antibiotik dan paracetamol obat nyeri,” kata Rusdi.

Dokter Imelda menyarankan kepada tim supervisi dan asistensi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan kepada dokter spesialis kandungan agar dapat diketahui ada tidaknya tindak pidana perbuatan cabul.

“Kelima tim melakukan interview dengan petugas P2TP2A Pemda Luwu Timur, hasil kesimpulannya tidak ada tanda-tanda trauma pada ketiga korban terhadap ayahnya,” katanya.

Anak trauma, batal diperiksakan

Pelaksanaan Tim Supervisi dan Asistensi dalam rangka penyelidikan pengaduan ibu korban atas dugaan Tindak Pidana pencabulan anak dibawah umur

Untuk mengetahui ada tidaknya tindak pidana perbuatan cabul seperti yang terdapat di dalam surat pengaduan dari ibu korban dan menindaklanjuti saran dari dr. Imelda, maka tim supervisi meminta kepada para korban untuk melakukan pemeriksaan di dokter spesialis kandungan.

Laporan Tiga Anak Saya Diperkosa
Laporan Tiga Anak Saya Diperkosa. Foto Project MUltatuli

Pemeriksaan tersebut didampingi oleh Ibu Korban dan Juga Pengacara dari LBH Makassar.

Ibu korban sepakat pemeriksaan tersebut akan dilakukan di Rumah Sakit Vale Sorowako yang merupakan pilihan dari ibu korban. Pada 12 Oktober 2021, kesepakatan tersebut dibatalkan oleh ibu korban dan pengacara dengan alasan anaknya takut trauma.

“Polri akan melihat perkembangan penanganan kasus di Luwu Timur,” kata Rusdi.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close