Trending

Mural bikin Faldo dijuluki New Ngabalin atau Ngabalin versi sachet, setuju mana?

Heboh mural kritik Jokowi memakan korban lho. Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Faldo Maldini dilabeli sebagai The New Ngabalin atau Ngabalin Lite Version lho. Gegeranya Faldo dinilai ngeles dalam menjelaskan alasan mural Jokowi 404 Not Found dihapus oleh aparat. Ngabalin yang dimaksud adalah Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin.

Faldo mengatakan mural dan kritiknya sih nggak salah. Yang jadi penekanan dari cuitan Faldo adalah soal pembuatan mural itu sewenang-wenang atau enggak, sudah izin yang punya tembok atau belum. Gitu sih yang dijelaskan Faldo.

Namun Warganet punya pandangan sendiri, mereka menilai mural kritik ke Jokowi kok dihapus aparat ya nggak bener lah. Masak Jokowi atau rezim Jokowi alergi dengan mural sih.

Faldo dijuluki New Ngabalin

Stafsus Mensesneg Faldo Maldini. Foto: pikiran rakyat
Stafsus Mensesneg Faldo Maldini. Foto: pikiran rakyat

Cibiran warganet, yang dialamatkan ke Faldo usai menjelaskan soal mural tersebut, banjir di lini masa terutama Twitter.

Melihat menjelasan Faldo soal mural, warganet kok ramai merasakan sosok Faldo ini layak dilabeli The New Ngabalin, atau Next Ngabalin. Ada pula yang bilang Faldo itu Ngabalin versi kemasan sachet.

“Bro @FaldoMaldini…Gegara loe sich Ngabalin sm tagar #Jokowi404NotFound jd trending. Faldo is Ngabalin in New Version!” tulis akun @BossTemlen.

Ada pula yang bilang lho Faldo itu Ngabalin versi Lite, kayak aplikasi saja ya Sobat Hopers.

“Ada lagi yang bilang klo si Faldo ini Ngabalin Lite Version,” tulis akun @UyokBack.

Warganet menilai komentar Faldo itu sama ngaconya dengan komentar orang Istana lainya yaitu Ngabalin dan Fajroel Rachman.

Kritik keras Faldo soal mural

Mural Tuhan Aku Lapar di Tangerang. Foto: Ist.
Mural Tuhan Aku Lapar di Tangerang. Foto: Ist.

Faldo menuliskan utas di akun media sosialnya yang membahas soal mural kritik Jokowi. Belakangan ini muncul tuh mural protes warga kepada Jokowi dalam penanganan Covid-19 dan juga situasi kebangsaan ini. Misalnya mural bertuliskan ‘Tuhan Kami Lapar’ yang kemudian mural kritik dan sindir Jokowi dihapus oleh aparat.

Politikus muda itu mengatakan prinsipnya bukan muralnya yang menjadi masalah. Tapi pembuatan mural menyalahi aturan atau tidak.

“Jadi, mural itu, ga salah. Kalau ada ijinnya. Kalau tidak, berarti melawan hukum, berarti sewenang-wenang. Makanya, kami keras. Ada hak orang lain yang dicederai, bayangkan itu kalau tembok kita, yang tanpa ijin kita. orang yang mendukung kesewenang-wenangan, harus diingatkan,” tulis Faldo dalam cuitannya di Twitter, Sabtu 14 Agustus 2021.

Faldo menyadari pernyataannya itu mengundang kontroversi dan membuat masyarakat yang tak nyaman dengan ucapannya dalam menyikapi mural kritik Jokowi ini.

“Sekali lagi, saya minta maaf, agak keras. Yang jadi masalah, bukan konten atau kritiknya. Kritik selalu terus dijawab dengan kinerja yang baik. Tapi ini tindakan yang sewenang-wenang. Setiap warga negara harus dilindungi dari tindakan yang sewenang-wenang,” kata dia.

Selanjutnya Faldo mewakili pemerintah sangat berharap, semua masyarakat sama-sama menjaga soal penyampaian kritik. Dia mengatakan kritik dan hinaan seperti apapun tidak akan mengurangi motivasi dan fokus pemerintah untuk menjawab persoalan pendemi yang menghantam seluruh negara di dunia ini.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close