Trending

Fasilitas isoman DPR dikritik, ‘Harusnya ngasih sembako buat rakyat bukan menikmati uang rakyat!’

Fasilitas isolasi mandiri (isoman) di hotel mewah bagi anggota DPR yang terjangkit Covid-19 telah melukai rakyat Indonesia. Beragam kritikan diungkapkan para tokoh.

Para anggota DPR ini diketahui telah menikmati gaji dan beragam fasilitas termasuk jaminan kesehatan. Hal ini diungkap oleh Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer.

Muslima Fest

Menurut Noel, sapaan akrabnya, alangkah bijaknya bila DPR RI menggunakan fasilitas dari negara untuk membantu masyarakat di tengah hantaman pandemi Covid-19, bukan menikmati fasilitas isoman mewah yang dibiayai negara.

“Setiap anggota DPR sudah di-cover asuransi 100%. Harusnya anggota dewan membuat paket sembako untuk 100 ribu orang. Kalau ada 500 DPR, bisa ada 50 juta paket sembako,” ujar Noel seperti dilansir dari RMOL, Rabu (28/7/2021).

Diungkap Noel, bila para anggota DPR melakukan aksi donasi seperti misalnya membagikan sembako atau bantuan lainnya, maka dapat memicu kalangan lain untuk melakukan hal serupa.

Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer. Foto: Batara Pos
Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer. Foto: Batara Pos

“DPR harusnya bisa menjadi lini depan untuk menggiatkan kegiatan sosial di masyarakat yang sedang kesusahan. Bukannya ada di lini depan, malah jadi penikmat bantuan. Entah DPR-nya yang meminta atau Sekjen DPR-nya yang punya ide pemborosan, sepertinya ada motivasi bisnis di balik ini semua. Ini harus diusut,” tutur Noel.

Lukai hati rakyat

Pemberian fasilitas hotel berbintang tiga kepada para anggota DPR RI yang terpapar Covid-19 dinilai Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin melukai hati rakyat.

“Itulah fakta dan realitanya, bahwa anggota DPR yang isoman mendapatkan fasilitas negara melalui Setjen DPR. Ini tentu melukai rakyat” kata Ujang Komarudin dilansir dari RMOL.

Pasalnya, kata Ujang, selain anggota dewan sebetulnya punya rumah dinas yang bisa dijadikan tempat isoman, fasilitas hotel bintang tiga pasti menggunakan uang negara. Apalagi, kata Ujang, saat ini pemerintah masih kelimpungan menangani Covid-19.

“Mereka dikasih makan 3 x dalam sehari, dan fasilitas lain. Disaat yang sama banyak rakyat yang meninggal saat isoman. Mestinya mereka jangan minta diistimewakan. Mestinya rogoh kocek sendiri. Jangan apa-apa ingin menggunakan uang negara,” kata Dosen Ilmu Politik Universitas Al-Azhar Indonesia ini.

Pengamat politik UAI Ujang Komarudin. Foto: Ist
Pengamat politik UAI Ujang Komarudin. Foto: Ist

Menurut Ujang, yang harus dibantu oleh negara saat ini adalah rakyat. Rakyat banyak yang tidak bisa makan, bahkan tidak sedikit rakyat yang meninggal dunia pada saat isoman.

Atas dasar itu, Ujang menilai pemberian fasilitas hotel bintang tiga kepada para anggota legislatif itu tidak tepat dan tidak pantas.

“Yang mereka gunakan dan nikmati kan uang rakyat. Mestinya rakyat yang diutamakan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretariat Jenderal (Setjen) menyediakan fasilitas hotel untuk anggota DPR RI yang positif Covid-19. Ketentuan fasilitas itu tertuang dalam surat bernomor SJ/09596/SETJEN DPR RI/DA/07/2021.

“Bersama ini kami sampaikan dengan hormat, bahwa Sekretariat Jenderal DPR RI bekerjasama dengan beberapa hotel, menyediakan fasilitas karantina/isolasi mandiri bagi Anggota DPR RI yang terkonfirmasi positif Covid-19 baik yang tanpa gejala (OTG) maupun gejala ringan dengan isolasi mandiri di hotel,” demikian isi surat pemberitahuan yang beredar.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close