Trending

Fatwa MUI boleh salat Id berjamaah dan tuntunannya

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan umat islam menyelenggarakan salat Idul Fitri 1441 Hijriah secara berjamaah baik di masjid maupun di lapangan terbuka.

Ketentuan fatwa MUI tersebut, menurut Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh tetap harus memperhatikan protokol keamanan dan kesehatan bagi seluruh umat islam di tengah wabah pandemi yang masih cukup tinggi terjadi khususnya di beberapa wilayah seperti Jabodetabek.

“Pelaksanaan Salat Idul Fitri, baik di masjid maupun di rumah, harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan,”

Ketentuan penyelenggaraan salat Id berjamaah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan salat Idul Fitri saat pandemi covid-19.

Salat berjamaah
Salat berjamaah. Foto: Levi Clancy di Unsplash

“Fatwa ini agar dapat dijadikan pedoman untuk pelaksanaan ibadah Salat Idul Fitri dalam rangka mewujudkan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, tetapi pada saat yang sama tetap menjaga kesehatan dan berkontribusi dalam memutus mata rantai penularan covid,” jelas dia.

Baca juga: Menteri Agama: Salat Id di rumah saja, jangan tinggalkan ya

Beberapa ketentuan yang tercantum dalam fatwa MUI terkait penyelenggaraan salat Idul Fitri di masa pandemi Covid-19, antara lain:

1. Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushalla, atau tempat lain bagi umat Islam yang berada di kawasan yang sudah terkendali pada saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktifitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah.

Jemaah salat Tarawih di Masjidil Haram
ilustrasi Jemaah salat Tarawih di Masjidil Haram. Foto Twitter @HaramainInfo

2. Berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas COVID-19 dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena COVID-19, dan tidak ada keluar masuk orang).

3. Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid), terutama yang berada di kawasan penyebaran COVID-19 yang belum terkendali.

4. Pelaksanaan shalat Idul Fitri, baik di masjid maupun di rumah harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan, antara lain dengan memperpendek bacaan shalat dan pelaksanaan khutbah.

Warga melaksanakan salat ashar berjamaah dengan memberlakukan jarak sosial (social distancing), di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Rabu (1/4/2020). Foto: Antara/Irwansyah Putra.

Ketentuan salat Idul Fitri di rumah menurut berdasarkan Fatwa MUI

1. Shalat Idul Fitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri (munfarid).

2. Jika shalat Idul Fitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya jumlah jamaah yang shalat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum.

3. Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan shalat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka shalat Idul Fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah.

Seluruh ketentuan Fatwa MUI tersebut, diputuskan pada 13 Mei 2020, dan menjadi rujukan dan anjuran kepada seluruh muslim yang akan melaksanakan salat Idul Fitri di tengah pandemi corona saat ini. Meski diperbolehkan namun tetap harus memperhatikan ketentuan dan protokol kesehatan dari pemerintah.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close