Hot

Profil cucu Luhut, Faye Simanjuntak: Aktivis HAM yang masuk Forbes

Faye Hasian Simanjuntak, adalah cucu Luhut Binsar Panjaitan yang tertua dari putrinya Paulina Panjaitan.

Sepak terjang Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, belakangan kian disorot. Terlebih komentar komentarnya yang sering memicu kontroversi.

Baca juga: Luhut pastikan pensiun tahun 2024, sebut sudah janji ke istri

Seiring dengan sikap-sikap Luhut, nama Faye Hasian Simanjuntak kembali naik ke permukaan. Faye adalah anak dari kepala Paspampres Maruli Simanjuntak dan Paulina Panjaitan yang tak lain adalah cucu Menko Luhut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Instagram @luhut_pandjaitan

Pada Februari 2020 lalu, Faye muncul dengan segudang prestasi. Gadis manis berusia 18 tahun ini mengukir prestasi sebagai aktivis muda yang namanya masuk dalam daftar majalah Forbes Indonesia kategori ’30 Under 30′ tahun 2020.

Faye Simanjuntak
Faye Simanjuntak cucu Luhut Binsar Panjaitan Foto: Instagram Rumah Faye

Faye amat peduli dengan Hak Asasi Manusia terutama masalah perdagangan anak yang mengusik rasa empatinya. Sebagai pengabdi sosial, Faye amat menonjol. Siswi SMA Jakarta International School ini ternyata juga sudah berpengalaman dalam gerakan antiprostitusi anak. Sebuah bakti sosial diakrabi sejak masih berusia 11 tahun.

Berawal dari tugas sekolah

Dilansir Suara.com, Faye menceritakan pengalaman pertama kali mengenal isu prostitusi anak berkat tugas sekolah.

Kala itu ia duduk di kelas VI, guru memberi tugas membuat makalah terkait permasalahan sosial. Faye memilih topik child trafficking (jual-beli anak). Baru pertama kali itu Faye menyadari betapa banyak anak-anak menjadi korban perdagangan manusia.

Selepas menyelesaikan tugas sekolah, isu prostitusi anak tidak bisa lepas dari benaknya. Ia kemudian mendekati ibunya agar mengajaknya melihat permasalahan yang sesungguhnya terjadi di lapangan, itulah awal mula ia membangun yayasannya sendiri.

Nah, ingin mengenal Faye si cucu Menko Bisar Panjaitan ini lebih dalam? Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 Fakta menarik Faye Simanjuntak.

Jadi aktivis sejak umur 11 tahun

Faye lahir di Jakarta, 10 April 2002. Faye rupanya telah aktif di kegiatan sosial sejak berumur 11 tahun. Pada saat itu, ia mulai menunjukkan kepeduliannya terhadap kasus-kasus perdagangan anak di Indonesia.

Mendirikan Rumah Faye

Tak hanya menjadi aktivis, rasa kepeduliannya terhadap perdagangan anak ia tuangkan dengan mendirikan organisasi sosial bernama Rumah Faye. Yayasan yang berlokasi di Batam, Kepulauan Riau itu ia dirikan atas kemauan sendiri dengan dibantu sang ibu pada tahun 2013.

Alasannya mendirikan Rumah Faye ialah karena ia mengaku melihat banyaknya perdagangan anak melalui jalur pulau yang dijual hingga negara tetangga. Kini, Rumah Faye telah menjadi tempat penampungan yang berfokus melawan prostitusi, pelecehan, dan perdagangan anak.

Baca juga: Viral Luhut melarikan diri ke China saat demo Omnibus Law? Ini faktanya

Masuk daftar ’50 Asians to Watch’ versi The Straits Times

Prestasinya dalam mendirikan Rumah Faye juga membawanya masuk dalam daftar ’50 Asians to Watch’ versi koran asal Singapura, The Straits Times, tahun 2018. Saat itu, nama Faye terdaftar bersama dengan musisi Joey Alexander dan Brian Imanuel, serta pendiri Tokopedia William Tanuwijaya.

Finalis Internasional Children’s Peace Prize 2017

Sebagai pendiri Rumah Faye, saat ini ia pun kerap diundang sebagai pembicara untuk membagikan pengalamannya. Tak hanya itu, pada tahun 2017 lalu, Faye (saat itu 15 tahun) bahkan menjadi salah satu finalis Internasional Children’s Peace Prize di Belanda. Dua nominator lainnya adalah Mohamad Al Jounde (16 tahun) dari Suriah dan Tymon Radzik (16 tahun) dari Polandia.

Di ajang ini, penghargaan diraih oleh Mohamad Al Jounde. Remaja ini adalah pengungsi asal Suriah di Libanon yang berkontribusi besar dalam pendidikan bagi anak-anak pengungsi di Lebanon melalui sekolah yang didirikannya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close