Trending

Ferdinand telanjangi 3 dosa Anies selama jadi Gubernur DKI, apa saja?

Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, kembali mengomentari capaian Anies Baswedan selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ferdinand secara tak langsung mengatakan, hingga saat ini belum ada hasil membanggakan dari pemimpin Ibu Kota tersebut.

Disitat dari akun Twitter pribadinya, Ferdinand Hutahaean bahkan berani membeberkan tiga dosa Anies Baswedan selama menjabat di pemerintahan. Mulai dari rumah DP nol persen yang dinilai gagal, hingga penanganan banjir yang masih belum optimal.

Namun, kata dia, anehnya ada sejumlah masyarakat Ibu Kota yang beranggapan kinerja Anies Baswedan sudah terbilang baik. Padahal, menurutnya, apa yang telah dikerjakan mantan Mendikbud tersebut tidak terlalu banyak. Paling-paling, hanya mewarnai atap rumah atau kolong flyover.

“Rumah DP 0 persen gagal dan dikorupsi, Formula E gagal fee gelap gulita, dan banjir masih tetap tinggi. Tapi (Anies) diklaim sukses hanya dengan mencat atap dan mencat kolong flyover,” tulisnya, dikutip Selasa 23 Maret 2021.

“Faktanya seperti ini, tapi masih ada yang bilang Anies sukses?” lanjutnya.

Gurbenur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Antara
Gurbenur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Antara

Bukan hanya itu, Ferdinand menyebut, kewarasan pendukung Anies Baswedan juga patut dipertanyakan. Sebab, saat Anies melakukan sejumlah blunder atau kesalahan, mereka masih tetap membelanya.

“Begitu susahkah mencari yang waras sekarang? Tangkap Anies,” tegas Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand Hutahaean ungkap dosa lain Anies Baswedan

Selain tiga dosa yang dia urai sebelumnya, Ferdinand juga menilai, Anies Baswedan telah gagal memerangi radikalisme di Jakarta. Padahal, kelompok pendukungnya kerap menyebut Anies sebagai sosok nasionalis dan religius.

“Nasionalis itu akan menolak radikalisme dan segala upaya mengubah ideologi bangsa,” ucap Ferdinand.

Ferdinand Hutahaean. Foto: Twitter @ferdinandhaean3
Ferdinand Hutahaean. Foto: Twitter @ferdinandhaean3

Lebih jauh, Ferdinand bertanya-tanya, seandainya Anies Baswedan memang benar memerangi radikalisme di Jakarta, mengapa dia tak berani memberhentikan aparat sipil negara atau ASN DKI yang terpapar jaringan tersebut?

“Drun, coba bilang sama Anies, berani enggak dia menyatakan FPI dan HTI sebagai ormas terlarang dan membuat keputusan akan memberhentikan ASN DKI Jakarta yang terlibat ormas terlarang?” kata dia.

Topik

1 Komentar

  1. loading...

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close