Trending

Ferdinand urai ‘tips mudah’ jadi presiden: Pertama harus musuhi FPI

Baru-baru ini, mantan Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean membeberkan ‘tips mudah’ menjadi Presiden Republik Indonesia. Pertama-tama, yang harus dilakukan adalah melawan atau memusuhi kelompok terlarang, seperti FPI, HTI, maupun PKI.

Kendati Pemilihan Presiden atau Pilpres baru dimulai tiga tahun lagi, namun sejumlah nama sudah masuk dalam kandidat calon. Ferdinand secara tak langsung mengatakan, hanya sosok yang berani melawan tiga kelompok terlarang barusan yang berpeluang meraih kemenangan.

“Bro, kalau mau jadi presiden di Indonesia, ente harus berani melawan musuh-musuh negara! Contohnya FPI, HTI, dan PKI. Bukan malah berangkulan dengan mereka,” tulis Ferdinand melalui akun Twitter pribadinya, dikutip Senin 15 Februari 2021.

“Bagaimana cara ente tunjukkan cinta NKRI dan Pancasila? Mestinya dengan tindakan, bukan dengan kata-kata yang ditata,” sambungnya.

Front Pembela Islam. Foto: Dok Antara.
Front Pembela Islam. Foto: Dok Antara.

Ferdinand menjelaskan, ada pihak yang secara terbuka mengatakan cinta NKRI dan Pancasila. Namun, jauh di lubuk hatinya, ada kecintaan terhadap FPI dan HTI yang justru lebih besar. Hal itu yang menurut Ferdinand merupakan bentuk kepura-puraan

“Lidah memang mudah bicara cinta NKRI, cinta Pancasila. Tapi ketika dihadapkan pada satu pilihan antara cinta NKRI dan Pancasila atau cinta FPI dan HTI, lidahnya tiba-tiba kaku tak mampu menjawab dan pura-pura tak mendengar,” terangnya panjang lebar.

Bicara presiden, Ferdinand singgung Anies Baswedan?

Pada utas sebelumnya, Ferdinand Hutahaean sempat menyinggung Gubernur Jakarta, Anies Baswedan terkait keterlibatan ASN Pemprov DKI di kelompok FPI dan HTI. Sebagai pemimpin daerah, kata Ferdinand, Anies semestinya berani mengambil tindakan.

Hizbut Tahrir Indonesia, ormas yang telah dibubarkan. Foto: Mediasiar
Hizbut Tahrir Indonesia, ormas yang telah dibubarkan. Foto: Mediasiar

Ferdinand juga menilai, seandainya Anies hanya berdiam diri, maka secara tak langsung dia mengaku cinta terhadap kelompok terlarang tersebut.

“Mestinya Jakata sebagai Ibu Kota memberi teladan dengan mengeluarkan larangan bagi pegawai Pemprov yang terlibat FPI dan HTI. Ini sebagau bukti dukungan pada kebijakan nasional menempatkan FPI dan HTI sebagai ormas terlarang.”

“Apakah Anies Baswedan lebih cinta FPI dan HTI, makanya tidak berani terbitkan larangan tersebut?” kata Ferdinand.

Diketahui, Anies Baswedan merupakan salah kandidat terkuat di Pilpres 2024 mendatang. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu disebut-sebut bakal menantang sejumlah nama lainnya, seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, dan Puan Maharani.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close