Trending

Kisah fetish Andrei lebih ngeri dari Gilang bungkus, puas makan payudara dan bisa ereksi

Beberapa waktu lalu, publik Tanah Air heboh dengan perilaku seks menyimpang alias fetish dari Gilang, mahasiswa di Surabaya, Jawa Timur. Publik kemudian menyebutkan Gilang sebagai si Gilang fetish kain jarik atau Gilang bungkus. Perilaku fetish ini mengagetkan publik, tapi fetish Andrei Chikatilo lebih ngeri, Gilang bungkus belum ada apa-apanya. Si fetish asal Uni Soviet ini menculik memerkosa korbannya dan kemudian makin puas memakan bagian intim korban wanita.

Sadisnya, Andrei si fetish Uni Soviet memakan payudara korbannya setelah puas memerkosa korban. Edan banget, korbannya mencapai 56 orang wanita dari usia 9 tahun sampai wanita muda. Andrei menjadi mengerikan seperti itu lantaran beban hidupnya yang dirisak lingkungannya karena seksnya tidak perkasa.

Baca juga: Biar tampil keren, begini cara ganti pelek sesuai warna mobil

Fetish Andrei

Ilustrasi aksi fetish
Ilustrasi aksi fetish. Foto Instagram @kinky.luxe

Sebuah akun Twitter @gowjek mengungkap fetish Andrei melaui sebuah utasan. Dengan menyarikan informasi dari berbagai sumber, termasuk Bizzarepedia, Wikipedia dan lainnya, @gowjek mengungkapkan Andrei punya fetish piquerisme atau ketertarikan sesksual dimana birahinya muncul dengan cara nusuk korbannya dengan benda tajam, dan fetish vorarephilia yaitu fetish memakan korbannya alias kanibal.

Masa kecil Andrei ini suram banget. Dia tinggal di gubuk satu kamar untuk para petani yang berjuang bertahan hidup. Dia makan daun dan rumput untuk bertahan hidup. Keluarganya bagaimana? Suram juga, kakak lakinya diculik, dan sasaran kanibalisme tetangga.

Di sekolah, nasibnya pun suram. Andrei diintimidasi dan dirisak temannya, karena dia bertubuh kecil dan lemah. Ayahnya di penjara.

Meski dia anak cerdas tapi beban intimidasi dalam hidupnya itu menjadikan dia canggung dan membenci diri sendiri.

Intimidari berlangsung sampai dia dewasa, sampai-sampi dia merasa minder berhubungan dengan lawan jenis. Andrei mencoba menjalin hubungan dengan beberapa cewek, tapi dia gagal memenuhi hasrat seksualnya. Ternyata Andrei impoten.

“Andrei mengalami impoten(tidak bisa ereksi), ditambah lagi penisnya sering dikatai pendek dan tak berguna, tentu saja dia kemudian merasa tak pede karena itu,” tulis @gowjek.

Akhirnya menikah

Andrei Chikatilo
Andrei Chikatilo. Foto Instagram @planethorrortv

Meski mengalami masalah seksual, dia akhirnya menikahi Feodosia Odnacheva, melalui perjodohan keluarga.

Kehidupan ranjangnya dengan istri pun bermasalah, karena Andrei impoten gitu. Namun demikian, Andrei bisa punya anak meski impoten. Dia bersepakat dengan istrinya untuk memasukkan sperma dari luar ke dalam vagina istrinya. Akhirnya lahir juga anaknya, laki-laki.

Masa suram hidupnya mempengaruhi perilaku Andrei. Lantaran akumulasi kekesalannya pada dirinya sendiri, Andrei mulai muncul niat melampiaskan itu dengan membunuh.

Akun @gowjek menuliskan, korban pertamanya adalah seorang perempuan bernama Lena Zakotnova berumur 9 tahun. Dia membawa gadis tersebut ke dalam hutan dan di sana dia menyiksanya.

“Andrei menusuknya hingga puluhan kali dan memperkosanya dengan sadis sebelum benar benar mengakhiri nyawa gadis itu.
Dari sini Andrei menyadari bahwa dia akan ereksi dan menjadi nafsu apabila melihat korbannya ditusuk berkali kali hingga mati,” tulis @gowjek.

Sejak saat itulah, Andrei merasakan kepuasan seksual yang luar biasa menurutnya dan dia mulai mencari korban lainnya yang bisa disiksa memperkosanya, kemudian baru dibunuh.

Korban selanjutnya terjadi pada 1981, dia bertemu gadis berusia 17 tahun yg bernama Larisa Tkachenko di perpustakaan umum.

Sama dengan korban sebelumnya, dia menyergap memerkosa dan memutilasi kedua payudara dan memakannya. Belum puas sampai disitu, ia membelah perut gadis itu mengambil rahimnya untuk kemudian dimakan olehnya.

“Dan andrei juga melakukan mutilasi di tubuh korban dgn menggunakan gigi dan tongkatnnya,” tulis @gowjek.

Dieksekusi mati

Andrei Chikatilo
Andrei Chikatilo. Foto Instagram @ elrincondelobizarro_

Sejak saat itu, Andrei semakin ketagihan dan mulai melakukan kejahatan serupa yang mana korbannya akan dimutilasi pada bagian payudara dan rahimnya. Dalam pengakuannya kelak setelah ditangkap, Andrei mencungkil mata korban. Korban dari Andrei mencapai 56 wanita.

Andrei beberapa kali ditangkap tapi dibebaskan lagi. Ujungnya pada 1990, dia ditangkap polisi dan tak pernah dibebaskan lagi.

“Saat interogasi lebih lanjut, Andrei mengakui segala perbuatannya, ia mengaku telah memakan payudara dan rahim korbannya untuk memuaskan hasrat seksual dirinya yang selama ini ia rasakan kurang dalam kehidupan normalnya,” tulis akun tersebut.

Selama menjalani persidangan, Andrei dikurung di jeruji besi. Dan akhirnya hakim memvonis dia bersalah atas pembunuhan 56 wanita dan dihukum mati.

“Pada 1996 eksekusi mati Andrei dilaksanakan. Ia dieksekusi dengan cara ditembak dari belakang telinga kanannya,” tulis akun tersebut.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close