Trending

FH ke Haikal: Zaman setan itu penceramah ngajarin membenci, maki hingga bunuh

Mantan politisi Partai Demokrat yang kini jadi pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean baru-baru ini membahas soal zaman setan. Menurut pandangan Ferdinand, zaman setan merupakan masa di mana penceramah mengajarkan kebencian sampai membunuh.

Dalam kicauan di akun jejaring media sosial Twitter pribadinya @FerdinandHaean3, dia mengomentari sebuah artikel yang berisi pernyataan dari penceramah Haikal Hassan dengan judul ‘Kita Memasuki Zaman Setan? Haikal: Seorang Penceramah Lebih Diawasi dan Dicegah dari pada Koruptor Bejad’.

Haikal Hassan
Haikal Hassan. Foto Instagram @aimiquote

Kemudian melalui cuitannya, Ferdinand menjelaskan secara blak-blakan apa yang dimaksud zaman setan sebenarnya.

Menurut pandangan pribadinya, zaman setan merupakan masa ketika penceramah lebih mengajarkan memusuhi, membenci, mecaci maki hingga membunuh ketimbang mengajarkan hidup damai, saling mengasihi, dan saling membantu sesama manusia.

Zaman setan itu dimana penceramah lebih mengajarkan membunuh, memusuhi, membenci dan mecaci maki daripada mengajarkan hidup damai, saling mengasihi, saling membantu sesama manusia,” tulis Ferdinand, dikuti Hops pada Senin, 12 April 2021.

Lebih lanjut Ferdinand mengungkapkan bahwa pencermah yang keras dan gemar merusak persatuan bangsa Indonesia lebih bahaya dari pada seorang koruptor.

Tentu penceramah seperti itu lebih berbahaya dibanding koruptor,” imbuhnya.

Secara khusus, Ferdinand berpesan agar kicauannya itu disampaikan kepada pendakwah Haikal Hassan.

Dia meminta demikian lantaran akun media sosial miliknya diblokir oleh pria yang akrab dipanggil Babe Haikal tersebut.

“Tolong cc kan ke Haikal, saya diblokir,” pinta Ferdinand Hutahaean.

Ferdinand sempat mengomentari pernyataan Haikal Hassan soal Bung Karno

Ferdinand Hutahaean
Ferdinand Hutahaean. Foto Instagram @ferdinand_hutahean

Baru-baru ini, ceramah lawas Haikal Hassan kembali viral di media sosial. Dia mengatakan, di balik jasanya terhadap negara, Soekarno alias Bung Karno memiliki satu perangai buruk, yakni hobi memenjarakan ulama.

Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean merupakan sosok yang membagikan ulang video tersebut. Pada tayangan berdurasi singkat itu, Haikal Hassan terlihat berapi-api, bahkan setengah marah saat menyampaikan sejarah mengenai Bung Karno.

Pertama-tama Haikal berkisah, bahwa tahun 1957 lalu, sejumlah ulama mengadakan ijtihad di Palembang, Sumatera Selatan. Pesertanya, kata dia, kebanyakan tokoh besar, seperti Buya Hamka dan Sultan Sjahrir.

“Tapi tahu apa yang terjadi di Jakarta? Bung Karno bersama PNI-nya dan PKI-nya dan NASAKOM-nya ngata-ngatain ulama yang sedang rapat. Dia menuduh, ulama yang sedang rapat itu amoral! Jangan ditutup-tutupi, sejarah ini!” ujar Haikal Hassan seperti memendam kesal, dikutip Senin 12 April 2021.

Haikal mengakui, Bung Karno merupakan tokoh hebat yang membawa dampak besar untuk negara. Namun, sekali lagi, perlakuan sang proklamator terhadap ulama, menurutnya, patut dikritisi.

“Bung Karno kan proklamator, iya. Bung Karno kan berjasa, gue tahu. Bung Karno hebat, setuju. Tapi jangan lupa, Bung Karno tukang menjarain ulama bersama NASAKOM-nya. Silakan bantah kalau bisa! Silakan bantah!” tegasnya setengah berteriak.

Lebih jauh, Haikal menambahkan, berkat peristiwa tersebut, publik dan media massa mulai melabeli Islam dengan pernyataan negatif. Bahkan, setiap kali ulama berkumpul, muncul ketakutan bahwa mereka hendak mendirikan negara Islam.

“Sepulang dari itu, setiap hari di koran-koran ditulis, ulama dijelek-jelekin terus, ulama dituduh amoral, makar, dan mau mendirikan agama Islam. Dikit-dikit negara Islam, dikit-dikit negara Islam.”

“Itu menjadi isu yang udah basi tapi tetep dinaikin terus. Akhirnya dijadikan senjata untuk mempersekusi ulama,” tuturnya.

Ferdinand yang membagikan ulang video tersebut mengatakan, apa yang disampaikan Haikal Hassan melalui ceramahnya merupakan kebohongan. Selain dinilai tak pantas, pernyataan tersebut juga membuat anak-anak muda tersesat memahami sejarah.

“Jika omongan kurang ajar seperti ini terus bebas menyiarkan kebohongan dan merusak sejarah bangsa, maka jangan kaget bila anak muda bangsa ini, generasi penerus, tak lagi mengetahui sejarah bangsa sesungguhnya.”

“Di sanalah kaum jahiliah kilafuck bisa tumbuh subur,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close