Diabetes senyum lihat orang yang suka makanan manis, dr Tirta: Awas obesitas

- Selasa, 7 Maret 2023 | 08:46 WIB
 Bahaya makanan manis berpotensi tingkatkan risiko obesitas dan diabetes. (Pixabay/photosforyou)
Bahaya makanan manis berpotensi tingkatkan risiko obesitas dan diabetes. (Pixabay/photosforyou)

Hops.ID - dr Tirta mengungkapkan bahaya kesehatan yang mungkin timbul akibat suka mengonsumsi makanan manis atau mengandung gula dalam jumlah banyak. Obesitas dan diabetes bahkan bisa muncul akibat pola makan yang buruk.

Menurut dr Tirta, ada banyak sekali jenis makanan dengan kandungan banyak gula yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Salah satunya nasi yang memang merupakan makanan pokok.

Selain itu, ada juga martabak dengan berbagai topingnya, mulai dari coklat, gula, mentega, dan sebagainya yang berpotensi meningkatkan kadar gula dalam tubuh.

Baca Juga: Kolesterol titip salam untuk penikmat nasi minyak, dr Tirta ungkap risiko penyakitnya

Makanan manis mengandung gula dan karbo. Orang yang memiliki kebiasaan mengonsumsinya setiap hari dan minim gerak, akan meningkatkan risiko obesitas dan menyebabkan gula darah naik, juga hiperglikemia yang kemudian akan menjadi diabetes melitus (DM).

"Ketika sudah DM, lanjut dia, akan menimbulkan bahaya kesehatan lainnya. Di antaranya seperti hipertensi dan jantung," jelas dia, dikutip Hops.ID dari kanal YouTube Tirta PengPengPeng pada Selasa, 7 Maret 2023.

Pria bernama lengkap Tirta Mandira Hudhi mengingatkan, agar masyarakat yang mengonsumsi makanan dengan kandungan banyak gula bisa mengimbanginya dengan kegiatan atau aktivitas fisik.

Baca Juga: Bukan Rp1,5 Miliar, Aldilla Jelita bongkar nominal fantastis transferan Raffi Ahmad untuk Indra Bekti

Hal itu dilakukan karena aktivitas fisik seperti olahraga akan mengubah gula menjadi energi. Sebaliknya, risiko obesitas akan meningkat bagi orang-orang yang banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan banyak gula tapi kurang melakukan aktivitas fisik.

"Ini penyakit bukan soal kaya raya, tapi gaya hidup. Jadi gaya hidup itu tidak mengenal harta, kamu yang tidak kaya tapi kalau kamu makannya kurang sehat pun juga nggak bagus," jelasnya.

Ia menambahkan, bagi orang-orang yang sulit melakukan aktivitas fisik agar bisa mengurangi asupan gula yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga gula tersebut tidak menjadi penyebab timbulnya gangguan kesehatan seperti obesitas dan diabetes.

Baca Juga: Resep ayam bakar bumbu kacang ala Chef Devina Hermawan, dijamin nagih

"Nasinya bisa dikurangi, kalau kamu makan nasi banyak, maka kerjanya juga harus banyak. Kalau kamu makan nasi banyak, kerjamu sedikit ya obes, hukumnya seperti itu," ungkapnya.

Ia pun menganalogikan hal itu dengan porsi makan kuli. Di mana porsi nasi setumpuk dengan lauk yang sedikit, tapi tidak menimbulkan masalah kesehatan pada kuli.

Halaman:

Editor: Alfiyah Rizzy Afdiquni

Sumber: Youtube Tirta Pengpengpeng

Tags

Artikel Terkait

Terkini