Heboh vaksin AstraZeneca gunakan jaringan janin aborsi? Ini faktanya

- Senin, 30 November 2020 | 10:57 WIB
Suntik-dokter.id_
Suntik-dokter.id_


Beberapa waktu lalu khalayak dunia gempar dengan munculnya kabar bahwa vaksin Covid-19 yang dikembangkan Universitas Oxford dan AstraZeneca menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi dalam uji klinis.





Vaksin ini merupakan salah satu mitra penyedia vaksin COVID-19 di Tanah Air, layaknya Sinovac, Sinopharm, Cansino, dan Pfizer.





Kandidat vaksin COVID-19 dari Inggris yang dikembangkan perusahaan farmasi AstraZeneca dengan Universitas Oxford itu, diprediksi mulai tersedia pada kuartal kedua 2021.





-
Ilustrasi vaksin corona. Foto: Riausky.




Namun, setelah gegap gempita soal kemunculan vaksin ini tersiar, tiba-tiba laporan negatif bermunculan. Dilansir laman BBC pada Kamis 26 November 2020, sejumlah media di Inggris dan AS melaporkan mengenai data-data yang dipertanyakan mengenai keampuhan vaksin tersebut.





Baru-baru ini muncul kabar yang menyatakan vaksin ini menggunakan jaringan janin manusia yang diaborsi atau MRC-5 dalam pengembangannya.

Halaman:

Editor: Anisa Widiarini - Hops.ID

Tags

Terkini

X