Bahaya cetak kartu vaksin, bisa terlibat dalam tindak kriminal

- Selasa, 9 November 2021 | 00:23 WIB
Kartu Vaksin. Foto: printaholic
Kartu Vaksin. Foto: printaholic


Pemerintah Indonesia maupun penyedia layanan perjalanan dan publik sebenarnya tidak mewajibkan masyarakat untuk mencetak kartu vaksin. Hal tersebut karena banyak bahaya yang kemungkinan terjadi jika sertifikat vaksin dicetak dalam bentuk kartu. Namun beberapa waktu terakhir, banyak penyedia jasa cetak kartu vaksin.





Padahal, masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama maupun kedua bisa mengunduh sertifikat di situs Peduli Lindungi www.pedulilindungi.id. Apalagi berdasarkan penuturan Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi, Kemenkes tidak mengatur ketentuan boleh tidaknya sertifikat COVID-19 dicetak dalam bentuk fisik.





"Ini (cetak sertifikat) tidak kami atur ya," kata Nadia melansir covid19.co.id.





Lantas, bahaya apa saja yang kemungkinan terjadi jika sertifikat vaksin dicetak? Simak ulasan berikut.





Bahaya cetak kartu vaksin





-
Sertifikat vaksinasi Covid-19. Foto: Surabaya Pagi




Jika masyarakat sudah terlanjur mencetak sertifikat vaksin dalam bentuk kartu, artinya kartu itu harus dijaga dan jangan sampai hilang. Pasalnya dalam kartu itu terdapat informasi data diri yang sangat penting, yakni.

Halaman:

Editor: Fachrina Fauziah - Hops.ID

Tags

Terkini

7 Obat alami untuk menyembuhkan penyakit asam lambung

Senin, 5 Desember 2022 | 12:08 WIB