Tak bisa dianggap remeh, ini 3 dampak buruk toxic positivity bagi kesehatan

- Rabu, 30 Maret 2022 | 20:38 WIB
Ilustrasi Stress/ freepik: cookie_studio
Ilustrasi Stress/ freepik: cookie_studio

Hops.ID - Kamu pasti sudah seringkali mendengar istilah toxic relationship atau mungkin toxic masculinity bukan? Lalu bagaimana dengan dengan toxic positivity?

Berpikiran positif adalah sesuatu hal yang baik namun ada kalanya berpikiran positif justru malah berubah menjadi toxic yang dikenal dengan toxic positivity.

Toxic positivity ialah keadaan yang memaksa seseorang untuk selalu berpikiran positif tak peduli bagaimanapun keadaanya. Perilaku ini biasanya ditandai dengan kalimat-kalimat semangat yang diberikan kepada orang yang sedang mengalami keterpurukan.

Mengapa hal seperti ini tidak bagus dilakukan? Setiap hal yang berlebihan itu pasti akan selalu berakibat buruk, hal itu berlaku juga jika seseorang menjadi terlalu berpikiran positif dan menahan sekuat-kuatnya emosi buruk yang keluar.

Baca Juga: Songsong Euro 4, United Tractors dan Scania luncurkan teknologi SCR

Jika dilakukan terus-menerus hal Ini mampu menyebabkan stres dan membuat si penderita tidak bisa rileks.

Sebagai makhluk hidup yang memiliki emosi, mengutarakan sebuah emosi negatif bukanlah sesuatu hal yang buruk. Ada kalanya manusia itu perlu mengeluarkan rasa marah, sedih, khawatir, kecewa bahkan frustasi supaya batin tidak selalu tertekan.

Bagi orang yang terjebak dalam toxic positivity ini akan cenderung selalu memperlihatkan sisi baik dan positif di dalam dirinya namun sebenarnya di dalam hatinya mati-matian menahan emosinya untuk tidak keluar.

Perilaku toxic positivity berdampak buruk bagi seseorang diantaranya sebagai berikut : 

Halaman:

Editor: Nariyati

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kamu insomnia? Cobalah 9 cara aneh ini agar tidur nyenyak

Selasa, 27 September 2022 | 08:24 WIB