Ternyata begini efek jangka panjang ganja pada otak manusia, bisa meningkatkan resiko penyakit ini di hari tua

- Minggu, 19 Juni 2022 | 16:30 WIB
Efek jangka panjang ganja bisa sebabkan gangguan otak pada lansia. (Pexels/Brandon Nickerson)
Efek jangka panjang ganja bisa sebabkan gangguan otak pada lansia. (Pexels/Brandon Nickerson)

Hops.ID – Efek jangka panjang ganja hingga saat ini masih menjadi topik penelitian yang cukup populer. Apalagi ganja adalah salah satu obat psikotropika yang sudah dilegalkan di sebagian negara di dunia.

Meski penelitian efek jangka panjang ganja masih belum begitu jelas, nyatanya tanaman herbal ini sudah dilegalkan sebagai obat medis 37 negara bagian, dan dilegalkan sebagai substansi rekreasi di 19 negara bagian Amerika Serikat.

Walaupun efek jangka panjang ganja masih simpang siur, Thailand adalah negara yang baru-baru ini melegalkan ganja meski penggunaannya dibatasi dan diatur.

Baca Juga: Tak hanya fisik, kekerasan emosional dalam hubungan juga bisa berdampak buruk

Tapi nyatanya, setiap penelitian efek jangka panjang ganja yang dilakukan secara ilmiah mengarah pada satu kesimpulan, yaitu bisa berdampak pada fungsi kognitif di usia lanjut.

Dilansir Hops.ID dari Harvard Health Publishing, kadar THC pada produk ganja saat ini meningkat dari 1-4% pada tahun 1970-an, hingga 15-30% saat ini.

THC atau tetra-9-tetrahydrocannabinol adalah kandungan psikoaktif yang terdapat pada ganja yang bisa menyebabkan kemungkinan kecanduan.

Baca Juga: 5 Tanda kamu alami inferiority complex, kenali sebelum berlebihan

Berdasarkan dari hasil penelitian yang dipublikasikan di The American Journal of Psychiatry, disebutkan bahwa orang yang mengonsumsi ganja dalam jangka waktu lama (beberapa tahun), dan sering (setidaknya seminggu sekali), memperlihatkan penurunan fungsi kognitif pada otaknya.

Halaman:

Editor: Wefni Azlen

Sumber: health.harvard.edu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kamu insomnia? Cobalah 9 cara aneh ini agar tidur nyenyak

Selasa, 27 September 2022 | 08:24 WIB