Penelitian terbaru ini menyimpulkan bahwa dampak kesepian selama pandemi ternyata sangat mengerikan

- Jumat, 24 Juni 2022 | 20:07 WIB
Ilustrasi merasa kesepian dan putus asa.  (Pexels/Karyme Franca)
Ilustrasi merasa kesepian dan putus asa. (Pexels/Karyme Franca)

Hops.ID - Penelitian terbaru menyimpulkan bahwa kesepian akibat lockdown selama pandemi, bagi banyak orang, itu cukup mengerikan.

Meskipun kebijakan lockdown telah dicabut, aktivitas sosial yang terhambat karena pandemi dinilai belum mampu kembali seperti semula.

“Tidak ada yang mau hang out lagi… [rasanya] kehidupan dan masyarakat telah berubah secara permanen,” kata seorang pria yang menceritakan pengalaman kesepian terkait dampak lockdown di Australia, dilansir Hops.ID dari laman The Guardian, Jumat 24 Juni 2022.

Hasil temuan Studi University of Wollongong dan University of Sydney, yang dirilis pada hari Jumat 24 Juni 2022, juga menemukan adanya "kesenjangan kesepian".

Baca Juga: Masyarakat diminta waspadai penyakit mata di musim pancaroba

Mereka yang tidak kesepian saat menghadapi pandemi, bisa mudah bangkit kembali; kesepian mereka berlalu.

Sebaliknya, yang paling kesepian malah semakin merasa lebih kesepian.

Dampak kesepian itu sendiri bahkan lebih berdampak bagi orang-orang berpenghasilan rendah, juga mereka yang tidak memiliki ikatan kuat sebelum pandemi, seperti misal orang-orang cacat dan pengasuh mereka.

Untuk hal ini, para ahli memperingatkan bahwa kesepian dapat memperparah kesehatan yang buruk, kematian dini, kecemasan, depresi, dan bahkan demensia.

Halaman:

Editor: Ratih Nugraini

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kamu insomnia? Cobalah 9 cara aneh ini agar tidur nyenyak

Selasa, 27 September 2022 | 08:24 WIB