Proses Mpok Atiek suntik silikon abal-abal, pakai jepit jemuran dan tanpa bius: Sakit sampai BAK di celana

- Kamis, 30 Juni 2022 | 16:00 WIB
Mpok Atiek pernah kecanduan suntik silikon. (Foto: Instagram @mpok.atiek)
Mpok Atiek pernah kecanduan suntik silikon. (Foto: Instagram @mpok.atiek)

Hops.IDMpok Atiek pernah tergiur iming-iming cantik secara instan. Pada tahun 1990, dia nekat suntik silikon di sebuah salon. Treatment tersebut enggak dilakukan sesuai prosedur, jadi cantiknya cuma awet sesaat.

Kepada Ruben Onsu dalam kanal Youtube MOP Channel, Mpok Atiek menceritakan awal mulanya suntik silikon belasan tahun lalu.

Mpok Atiek bercerita, dulu suntik silikon sempat ngetren di salon. Tapi dia menjalani prosedurnya di rumah. “Jaman dulu masih salon tapi dikerjainnya di rumah,” katanya, dikutip pada Kamis, 30 Juni 2022.

Diakui komedian kelahiran 28 Februari 1956 itu, awal suntik silikon karena terpengaruh temannya. Mpok Atiek terkejut dengan perubahan wajah temannya yang instan usai suntik silikon. “Kebetulan temen ada yang mukanya di bawah rata-rata lalu ketemu tiba-tiba jadi cantik. Kaget dong, ih pake ape gitu kan kok bisa berubah.”

Baca Juga: Prabowo dikabarkan galau gegara menunggu titah Jokowi soal Pilpres 2024, pengamat bongkar alasannya

Ternyata si teman baru saja menjalani suntik silikon. Temannya dengan baik hati menawarkan pada Mpok Atiek. “Tapi kan enggak punya uang. Tapi temen orang kaya, ’udah tenang gue bayarin’. Mau lah, jadi cantik,” ungkap dia.

Mpok Atiek pun datang ke rumah temannya. “Enggak punya uang buat ongkos, jaman dulu belum ada motor, mobil. Sama dia dibayarin ongkos taxi.”

“Singkat cerita tahun 90-an datang ke rumahnya. Dikerjain sama dia (suntik silikon).” Dia terkejut dengan hasilnya yang instan. “2 jam cantik, instan banget langsung cantik.”

Proses pengerjaannya ternyata menyakitkan. “Disuntik dari idung sampe ke dalam (arah dahi). Kagak dianastesi. Yang ada kita ser,ser, pipis saking sakitnya,” kata Mpok Atiek.

Halaman:

Editor: Cesaria Hapsari

Tags

Artikel Terkait

Terkini