Inilah 5 bahaya toxic positivity bagi mental, pesan positif yang justru melemahkan

- Jumat, 1 Juli 2022 | 13:29 WIB
Ilustrasi bahaya atau dampak dari toxic positivity yang terus-menerus dilakukan dan diabaikan. (Pexels/Juan Pablo Serrano Arenas)
Ilustrasi bahaya atau dampak dari toxic positivity yang terus-menerus dilakukan dan diabaikan. (Pexels/Juan Pablo Serrano Arenas)

Hops.ID – Kamu mungkin sudah sering mendengar istilah toxic positivity yang berisikan ungkapan kalimat positif sebagai penyemangat, tetapi ternyata bisa berubah menjadi sesuatu yang merusak mental secara perlahan.

Karena toxic positivity itu sering kali mengarah pada asumsi bahwa meskipun kamu mengalami penderitaan emosional atau penderitaan yang sulit, kamu harus tetap memiliki pola pikir positif seolah-olah tidak ada masalah dan semua hal yang terjadi tak perlu dipermasalahkan.

Adanya tekanan sosial yang mengharuskan kamu harus selalu terlihat baik-baik saja, membuat pesan positif yang seharusnya bisa menguatkan dan saling memberi dukungan itu justru berubah menjadi toxic positivity, sehingga bukannya membuat diri menjadi kuat, malah semakin gelisah.

Dipaksa untuk tidak menujukkan kesakitan atas apa yang tengah dirasakan, malah akan membuat kondisi kesehatan mental semakin menurun, karena semua emosi negatif yang muncul itu hanya mampu disembunyikan dan tidak segera diselesaikan.

Baca Juga: Pertimbangkan 4 hal ini sebelum lakukan perceraian, jangan gegabah dalam mengambil keputusan

Dampak toxic positivity bagi mental

Dikutip Hops.ID dari laman Instagram Irma Gustiana A @ayankirma pada Jumat, 01 Juli 2022, ada lima dampak yang mungkin akan kamu rasakan, sehingga membuat kondisi kesehatan mental semakin menurun secara perlahan.

1. Menjadi kurang percaya diri

Secara perlahan kalimat positif yang terus-menerus kamu dapatkan ketika sedang mengalami banyaknya permasalahan dalam hidup itu membuatmu semakin kehilangan rasa percaya diri, karena tanpa sadar dipaksa untuk terus menjadi kuat tanpa perlu mengeluh dan beristirahat sejenak mengenali apa yang sebenarnya dirasakan.

Halaman:

Editor: Nada Shofura Faradyana

Sumber: Instagram @ayankirma

Tags

Artikel Terkait

Terkini