Ulasan buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki, mengenal pribadi distimia dari dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ

- Kamis, 10 November 2022 | 06:42 WIB
Buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki karya Baek Se Hee (Hops.ID/Tia Murdianingsih)
Buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki karya Baek Se Hee (Hops.ID/Tia Murdianingsih)

Hops.ID - Buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki yang mendulang kepopuleran hingga dicetak seri keduanya ini ditulis oleh Bae Se Hee.

I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki berasal dari Korea Selatan yang ditulis dengan konsep percakapan antara penulis dan psikiaternya tentang distimia yang dialami oleh penulisnya.

Dari konsep buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki pembaca akan mengetahui proses konseling dan pengobatan yang dilakukan oleh Baek Se Hee.

Baca Juga: Elektabilitas Tinggi Airlangga Hartarto di Pemilih Perempuan Berkelindan dengan Kinerja Ekonomi

Di buku ini dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ memberikan penjelasan tentang distimia yang dialami oleh Baek Se He selaku penulis I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki.

Persistent Depressive Disorder atau distimia merupakan bentuk kronis (jangka panjang) dari depresi. dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ menjelaskan bahwa depresi adalah gangguan mood yang menyebabkan perasaan depresif dan kehilangan kesenangan secara persisten.

"Gangguan depresi ini mempengaruhi bagaimana kita merasa, berpikir, dan bertindak, yang dapat mengakibatkan berbagai masalah emosional dan fisik," tulis dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ pada kata pengantar.

Baca Juga: Ngaku jadi simpanan, Pinkan Mambo bongkar ciri artis inisial G: Islam, mantan istrinya banyak, suka settingan

Pola pikir orang yang mengalami depresi dan distimia seringkali unik. Simak ulasan berikut untuk memahami cara berpikir tersebut menurut dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ.

1. Black and White Thinking

Halaman:

Editor: Fachrina Fauziah

Sumber: YouTube Sophia Mega

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Obat alami untuk menyembuhkan penyakit asam lambung

Senin, 5 Desember 2022 | 12:08 WIB