Ulasan buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki, mengenal pribadi distimia dari dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ

- Kamis, 10 November 2022 | 06:42 WIB
Buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki karya Baek Se Hee (Hops.ID/Tia Murdianingsih)
Buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki karya Baek Se Hee (Hops.ID/Tia Murdianingsih)

Seseorang yang mengalami depresi dan distimia cenderung melihat segala sesuatu sebagai 100% hitam dan 100% putih, tidak ada warna lain dan cenderung terpolarisasi.

2. Overgeneralization

Seseorang bisa tampak sangat mudah menggeneralisasi keadaan. Satu kejadian buruk dapat dianggap mewakili hidup secara keseluruhan.

Baca Juga: Agama Reza Arap terkuak! Pilih Buddha di tengah didikan Islam dan sekolah Kristen

3. Personalization

Seseorang bisa menganggap segala sesuatu yang terjadi apapun itu adalah karena kesalahannya.

4. Fortune Telling

Seseorang cenderung membayangkan masa depan, tapi dalam bayangan yang buruk seperti masa depan yang sia-sia dan ia bukan siapa-siapa.

Baca Juga: Tipis dan terbuka, seksinya Wulan Guritno saat liburan ke Italia dengan Sabda Ahessa, netizen: Tunggu linknya

5. Mind Reading

Halaman:

Editor: Fachrina Fauziah

Sumber: YouTube Sophia Mega

Tags

Artikel Terkait

Terkini