Trending

FPI dibubarkan saat Habib Rizieq di penjara, Fadli Zon: Pembunuhan demokrasi!

FPI dibubarkan bersama 5 ormas lainnya.

Menkopolhukam Mahfud MD bersama dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) resmi membubarkan organisasi masyarakat (Ormas) Front Pembela Islam (FPI).

Tak cuma FPI ada 5 ormas lain yang ikut dibubarkan bersama FPI.
Kelima ormas itu yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), Jamaah Ansarut Tauhit (JAT), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dan Forum Umat Islam (FUI).

Dibubarkannya FPI memantik reaksi dari Waketum Partai Gerindra, Fadli Zon. Seperti diketahui, Fadli Zon memang kerap menyuarakan pembelaannya terhadap FPI.

Habib Rizieq Syihab menyapa di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta
Habib Rizieq Syihab menyapa massa pendukung di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Foto Front TV via Instagram @habibrizieq_id

Kekesalan Fadli Zon diungkapkan lewat akun media sosialnya, twitter. Ia menyebut bahwa pemerintah Jokowi otoriter karena membubarkan FPI tanpa proses di pengadilan.

“Sebuah pelarangan organisasi tanpa proses pengadilan adalah praktik otoritarianisme. Ini pembunuhan terhadap demokrasi dan telah menyelewengkan konstitusi,” kata Fadli Zon di akun Twitternya dilansir dari laman Suara.

Dalam keterangan persnya di Kemenko Polhukam Jakarta, Mahfud MD menyebut secara de jure FPI bubar sejak Juni 2019 karena FPI tidak memperpanjang izin organisasi kemasyarakatan.

Fadli Zon mantan wakil Ketua DPR RI
Fadli Zon kritisi isi Perppu No.1 tahun 2020 Foto: Antara

Di sisi lain, FPI dibubarkan saat Habib Rizieq dipenjara. Pemerintah secara resmi melarang seluruh kegiatan Front Pembela Islam atau FPI. Selain itu, pemerintah juga akan menghentikan segala aktivitas yang digelar oleh FPI.

Hal tersebut disampaikan oleh Mahfud MD. Ia menuturkan, bahwa alasan keputusan pemerintah tersebut ialah karena organisasi yang dipimpin oleh Habib Rizieq Shihab itu tidak memiliki kedudukan hukum.

Hal tersebut berdasarkan putusan MK Nomor 82/PUU112013 yang diteken pada 23 Desember 2014.

“Pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan yang dilakukan FPI karena FPI tidak lagi mempunyai legal standing baik sebagai oramas maupun sebagai organisasi biasa,” kata Mahfud dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenko Polhukam, Rabu (30/12/2020).

Mahfud juga mengatakan, bahwa FPI tidak lagi melakukan perpanjangan surat keterangan terdaftar (SKT) kepada negara per Juni 2019.

Di samping itu, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) juga menyebut kalau FPI kerap melakukan pelanggaran selama berdiri sebagai organisasi massa.

“Tetapi sebagai organisasi, FPI tetap melakukan aktivitas yang melanggar ketertiban dan keamanan dan bertentangan dengan hukum seperti tindak kekerasan sweeping atau razia secara sepihak, provokasi dan sebagainya,” ungkapnya.

Keputusan tersebut disampaikan Mahfud usai melakukan rapat bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, Kepala BIN Budi Gunawan, Menkominfo Johnny G Plate, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close