Trending

Ganjar tak tega derita rakyat tersiksa PPKM Darurat, terlalu berat!

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo nggak tega dengan kesusahan masyarakat jika PPKM Darurat diperpanjang dengan ketentuan pedagang dibatasi berjualan dan pekerja harian dibatasi pula.

Menurutnya, taruhlah PPKM Darurat diperpanjang, Ganjar usul agar aturannya diperlonggar, pegang boleh tetap jualan namun dengan kewajiban menjaga jarak dan tegakkan prokes secara ketat.

Muslima Fest

Ganjar tak tega

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Foto Instagram @ganjar_pranowo

Ganjar mengaku nggak tega lho dengan susahnya masyarakat, pedagang dan pekerja harian, di masa PPKM Darurat ini. Mata pencaharian mereka terdampak dan akhirnya pendapatan mereka anjlok banget.

“Aku ya tidak tega, bagaimana ada orang jualan pecel, yang duduk di situ teman-teman ojol, tukang becak. Kan kasihan, mereka ndak bisa kalau beli makanan kemudian dimakan di tempat lain. Kan mereka orang yang kerjanya keliling,” ujarnya di video postingan Instagram.

Ganti PPKM Darurat

Operasi Satpol PP Kota Bogor saat PPKM
Operasi Satpol PP Kota Bogor saat PPKM. Foto Instagram @satpolpp_kotabogor

Gubernur Ganjar ngaku merasakan berat juga beban masyarakat dengan pola aturan PPKM Darurat yang membatasi pedagang berjualan dan pekerja harian.

Untuk itu, Ganjar berpandangan dalam kondisi sulit seperti ini, pantasnya pola PPKM Darurat dievaluasi. Walau nanti skemanya PPKM Darurat diperpanjang atau diperketat, tapi pedagang boleh lah berjualan dengan ketentuan menjaga prokes secara ketat.

“Kalau seperti ini kita harus mendengarkan suara masyarakat. Terlalu berat kalau PPKM Darurat diperpanjang dengan pola yang sama seperti ini, masyarakat berat. Maka, saya minta kita harus mendengarkan suara masyarakat,” kata Ganjar dikutip dari postingan video di akun Instagramnya, Selasa 20 Juli 2021.

Ganjar usul aturan PPKM baru nanti polanya longgar ke pedagang tapi tegas kalau ternyata pedagang tidak menjalankan ketentuan prokes di lapangan. Menurut Ganjar itu kompromi yang memudahkan semua pihak.

“Boleh saja warung melayani makan di tempat, asal taat prokes. Kalau melanggar dikasih peringatan, ngeyel ya ditutup. Tapi makannya bisa diatur, itu menurut saya lebih soft,” katanya.

Politikus PDIP ini menjelaskan polanya pedagang yang berjualan di trotoar ya biarkan saja, wong biasanya juga begitu. Tapi karena kondisi PPKM, maka di lokasi berjualan itu diberi tanda jarak sosial supaya pelanggan juga mematuhi ketentuan itu.

“Jadi itu sebenarnya cara-cara yang bisa dilakukan kalau mau diperpanjang. Karena jeritan masyarakat itu berat,” ujarnya.

Makanya Ganjar usul banget deh, agar pemerintah menimbang betul keluhan masyarakat bawah ini. PPKM entah diperpanjang atau diperketat, skemanya jangan menyulitkan masyarakat kelas bawah terutama pedagang dan pekerja harian jadi susah.

Nah Ganjar bersuara begitu, ayo pemerintah pusat putuskan dengan bijak ya. Gimana nasib PPKM Darurat ini?

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close