Trending

Ganjar tanpa PDIP, diotak-atik Prabowo Anies tetap keok kok bisa ya

Nama Ganjar Pranowo belakangan ini santer bakal jadi capres 2024. Namun jalan Ganjar terkendala oleh PDI Perjuangan. Elite partai pimpinan Megawati ini menolak Ganjar maju capres, yang diharapkan maju capres 2024 adalah Puan Maharani. Lalu bagaimana skema capres Ganjar tanpa PDIP?

Nah ternyata jalan Ganjar belum tamat kok. Sebab survei Saiful Mujani Research Centre (SMRC) menunjukkan Ganjar tanpa partainya sekarang ini pun masih potensial capres 2024, dukungannya banyak dari parpol luar PDIP. Selain itu dalam simulasi Ganjar malah unggul dari Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Itu skema Gubernur Jawa Tengah sekarang tanpa dukungan PDIP. Kok bisa ya?

Survei SMRC tersebut diselenggarakan pada akhir Mei dengan populasi nasional dengan jumlah 1220 responden. Responden diwawancarai lewat tatap muka dengan protokol kesehatan. Waktu wawancara dilakukan 21-28 Mei 2021.

Validitas responden yang diwawancarai yaitu 1072 atau 88 persen dan inilah yang dianalisis. Sedangkan margin error mencapai 3,05 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.

Ganjar tanpa PDIP kalahkan Prabowo dan Anies

Anies Baswedan dan Prabowo Subianto. Foto: Antara
Anies Baswedan dan Prabowo Subianto. Foto: Antara

Survei SMRC edisi Mei 2021 menunjukkan, kekuatan Ganjar dalam menjaring pemilih pada Pilpres, bahkan tanpa dukungan partainya sekarang sekalipun, Ganjar tetap unggul banget.

Dalam simulasi tiga nama antara Prabowo, Anies dan Ganjar dengan menimbang dukungan pemilih PDIP, Ganjar unggul lho. Data survei SMRC menemukan, pria yang sekarang menjabat Gubernur Jawa Tengah dengan dukungan PDIP akan mendapatkan dukungan 43,3 persen unggul dari Prabowo dengan 24,4 persen dan Anies dengan 21,7 persen.

Dalam survei SMRC itu, responden ditanyai bila Pilpres diadakan pada hari disurvei yakni Mei 2021, siapakah yang akan dipilih dari tiga nama antara Prabowo, Anies dan Ganjar, dengan catatan Ganjar maju tanpa dukungan PDIP.

Ternyata jawaban responden, 35,3 persen pilih Ganjar, 30,8 persen pilih Prabowo dan 25,5 persen pilih Anies. Sisanya 8,4 persen responden tidak menjawabnya.

Temuan SMRC, kok Ganjar tanpa partai pimpinan Megawati Soekarnoputri pun bisa mendapat dukungan banyak suara pemilih ya. Ternyata ada efek Jokowi lho.

“Ganjar masih unggul meski lebih berat tanpa pemilih PDIP, ada efek partai lain dan efek Jokowi,” tulis SMRC dalam rilisnya dikutip Selasa 15 Juni 2021.

Nah ternyata survei SMRC menunjukkan, Ganjar tanpa dukungan partai Merah itu pun mendapatkan dukungan dari partai luar PDIP, paling besar yaitu dari PKB, disusul Partai Demokrat, dan partai non parlemen.

“Ganjar mendapatkan suara cukup baik dari pemilih Golkar (36 persen) hanya sedikit di bawah Prabowo dari pemilih Golkar (41 persen). Ganjar juga mendapatkan suara lebih baik dari pemilih Nasdem dibanding Anies,” demikian temuan SMRC.

Efek Jokowi

Jokowi dan Ganjar Pranowo
Jokowi dan Ganjar Pranowo dalam sebuah kunjungan kerja di Kota Semarang. Foto Instagram @ganjarpranowo

Nah efek Jokowi pada naiknya suara Ganjar bisa dilihat dari pendapat responden survei atas kepuasan kinerja pemerintah pusat dan Presiden Jokowi dalam penanganan Covid-19, pemulihan ekonomi dampak Covid-19.

Ternyata mayoritas responden yang diwawancarai menilai positif kinerja Presiden Jokowi secara umum, mencapai 76 persen lho kepuasannya.

Responden yang puas dengan kinerja Jokowi mengatasi Covid-19 mencapai 62 persen, dan kepuasan pada Jokowi dalam pemulihan ekonomi dampak Covid-19 mencapai 52 persen.

Temuan selanjutnya, ternyata warga yang puas dengan kinerja Jokowi untuk masalah di atas ngaku lebih pilih Ganjar.

“Warga yang menilai positif kinerja Jokowi tersebut jauh lebih banyak yang memilih Ganjar dibanding memilih Prabowo dan apalagi Anies, meksipun Ganjar tanpa pemilih PDIP,” demikian rilis survei SMRC.

Jadi berdasarkan data itu, SMRC menarik kesimpulan Ganjar masih unggul tanpa didukung partai moncong putih karena bisa menarik pemilih yang puas dengan kinerja Jokowi di luar PDIP.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close