Trending

Gantung diri? Keanehan tewasnya Cai Chang Pan diungkap kriminolog

Jenazah terpidana mati kasus narkoba Cai Chang Pan ditemukan tewas gantung diri usai berhasil kabur melarikan diri. Dia ditemukan tewas gantung diri di sebuah gudang pembakaran ban, di Jasinga, Bogor, Jawa Barat.

Penemuan jenazah Cai Chang Pan sendiri terjadi pada Sabtu 17 Oktober 2020 lalu, pukul 10.30 WIB. Dalam keterangan persnya, pihak Kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya juga sudah memberikan keterangan bahwa autopsi telah dilakukan untuk memastikan penyebab kematiannya.

Baca juga: Jadi target Banser, Gus Nur kontak FPI minta pendampingan

Namun, muncul kecurigaan publik mengenai ditemukannya Cai Chang Pan dalam kondisi tak bernyawa, apakah benar dia gantung diri, atau ada alasan lain. Terlebih dia disebut-sebut adalah salah satu pemain besar dalam jaringan narkoba internasional.

Rombongan Komisi III DPR RI meninjau lokasi pelarian napi Cai Changpan alias Antoni. Cai kabur dari Lapas Klas 1 Tangerang dengan menggali terowongan. Foto: Suara.com
Rombongan Komisi III DPR RI meninjau lokasi pelarian napi Cai Changpan alias Antoni. Cai kabur dari Lapas Klas 1 Tangerang dengan menggali terowongan. Foto: Suara.

Kriminolog Arthur Josias Simon Runturambi sendiri turut mempertanyakan hal ini. Sebab Cai Chang Pan diketahui sudah berusaha keras untuk kabur, tetapi ada yang janggal soal mengapa dia malah menyerah dengan bunuh diri.

“Kenapa sedemikian keras dia berusaha kabur dari Lapas, kok selesai dengan gantung diri. Itu jadi pertanyaan,” kata dia di Apa Kabar Indonesia, disitat Selasa 20 Oktober 2020.

Terkait pelarian, memang dalam kasus sindikat peredaran narkoba, kata dia, sangat dimungkinan pula adanya tindakan pembungkaman. Pembungkaman dimaksud bisa dari beberapa faktor, mulai dari dirinya yang dianggap bakal jadi pengganggu organisasi peredaran internasional, usai diinterogasi Polisi, atau sebab lainnya.

“Bisa jadi dibungkam, dengan dibunuh, atau secara rasional memang dia merasa sudah dikepung, sehingga tidak ada jalan keluar. Tetapi, kenapa gantung diri, bukan melarikan diri. Itu yang perlu ditelusuri lebih jauh oleh Polisi,” kata dia lagi.

Orang yang profesional

Jika melihat rekam jejaknya, Arthur melihat Cai Chang Pan adalah mafia yang profesional. Baik tindakannya saat terlibat dalam jaringan internasional, maupun saat berhasil meloloskan diri dari penjara.

Bukan main-main, Cai Chang Pan tercatat sudah dua kali berhasil meloloskan diri dari penjara.

Ilustrasi jenazah atau maat. Foto: Suara.
Ilustrasi jenazah atau maat. Foto: Suara.

“Lihat, latar belakang dia cukup profesional, baik sebagai pengedar dan cara-cara melarikan dirinya profesional. Pada seorang narapidana, dia tentu ingin survive, dia ingin kembali lagi pada jaringan yang ada di luar lapas,” kata dia.

Maka itu, katanya, kasus ini jangan sampai selesai di matinya pelaku Cai Chang Pan saja yang diduga gantun diri. Sebab, yang justru dikhawatirkan adalah alasan di baliknya, termasuk jaringan di belakangnya yang bisa tumbuh semakin luas.

Selain itu, Polisi, kata dia, juga diminta untuk bisa melakukan pembuktian forensik terhadap luka di lehernya. Apakah tidak ada tanda-tanda luka yang lain, bekas risakan orang lain di tubuhnya, dan lain sebagainya.

Diketahui, Cai Chang Pan sebelumnya kabur dari Lapas Kelas I Tangerang, pada 14 September lalu. Dia bisa kabur usai menggali lubang sepanjang 30 meter dari dalam selnya. Gembong narkoba asal China itu divonis mati setelah kedapatan memiliki 135 kilogram sabu milik seorang warga Hong Kong bernama Ahong, yang hingga kini masih menjadi buron.

Ia juga sempat ditangkap pada 26 Oktober lalu di Kosambi, bersama 26 kilogram sabu. Namun berhasil lolos. Namun kini akhir pelariannya usai setelah dia ditemukan tewas gantung diri.

Diduga, Cai Chang Pan tak bisa lagi menghilangkan jejak setelah ada warga sekitar yang melaporkan keberadaannya kepada Polisi.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close