Trending

Gatot: Kalau KSAD, Panglima seperti kucing, lalu anggotanya? Kucing kurap?

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyatakan perasaannya saat sejumlah personelnya di Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditangkapi aparat. Delapan anggota KAMI diketahui, dibekuk aparat lantaran disebut-sebut berkait dengan demo Omnibus Law.

Gatot kemudian ditanya, apakah ikut takut dengan kondisi saat ini, lantaran dia bisa saja menjadi target berikutnya. Terkait hal ini, Gatot mengatakan dia adalah mantan Panglima TNI. Sehingga tak pantas untuk takut menghadapi itu semua.

Baca juga: Jadi target Banser, Gus Nur kontak FPI minta pendampingan

Hal itu diungkapkan Gatot saat menjadi salah satu narasumber di Indonesia Lawyers Club (ILC), tvOne, Selasa malam, 20 Oktober 2020. Kata Gatot, sudah menjadi risiko bagi KAMI untuk menghadapi berbagai ancaman ke depan, sebagai bentuk dari perjuangan mereka menyuarakan apa yang dirasakan masyarakat.

“Saya pernah menyampaikan bahwa di KAMI, karena saya ini mantan militer seperti Pak Moeldoko, saya selalu bilang di KAMI, ingat, kita adalah ingin menyuarakan hati rakyat, menyuarakan kebenaran.”

“Dalam tanda kutip sebagian di negeri ini sulit. Dan akan menghadapi berbagai ancaman. Untuk itu siapkan untuk menghadapi ancaman yang terjelek. Kalau kamu siap, lanjut di KAMI, kalau tidak silakan minggir,” kata Gatot tegas.

Gatot Nurmantyo
Gatot Nurmantyo. Foto Instagram @militertvnegara

Soal mengapa hal itu dia sampaikan, lantaran bisa saja mereka akan jadi target pihak berseberangan, bahkan diciduk menggunakan cara-cara tak pantas sekalipun. Mulai dari tiba-tiba dikaitkan kasus narkoba, korupsi, teroris, atau UU ITE sekalipun.

“Jadi kamu harus siap menghadapi itu semua.”

Gatot: Saya tidak takut

Gatot lalu menyebut ada yang membuat para anggota KAMI tetap tidak takut dengan kondisi saat ini. Di mana, mereka menyuarakan kebenaran melalui gerakan moral. Apalagi, moral adalah kebenaran yang hakiki, universal.

Sehingga, apabila dirinya ikut dituduh apapun juga, maka pertanyaan itu akan kembali ke nurani paling dalam, apakah benar dia melakukan ini.

Sebab, kalau merasa tak salah, mengapa mesti takut. Hal itulah yang kini menjadi pedoman bagi para anggota KAMI.

“Untuk saya sendiri, ada tambahan satu Bung Karni, sama dengan Pak Moeldoko. Saya ini mantan Panglima TNI, kalau dilihatin tiga orang saudara-saudara kami yang diborgol, terus saya takut, saya minta maaf lah, saya apa gitu kan, bagaimana saya menjaga adik-adik saya yang kini menjabat sebagai Panglima TNI, KASAD, KSAL, KSAU,” kata Gatot.

Tentu hal itu akan menjadi preseden buruk bagi para juniornya, termasuk dengan para anggota TNI lainnya.

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Foto: Antara.
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Foto: Antara.

“Akan diomongin sama orang. Itu (saat) jabat masih gagah saja kayak macan, begitu pensiun kayak kucing itu Gatot itu. Nah kalau KSAD, KSAL, KSAU, Panglimanya seperti kucing, anggotanya? kucing kurap?”

Sebab sejatinya, kata Gatot, TNI dan prajurit-prajuritnya dikenal bukan hanya sebagai pasukan pemberani. Namun mereka juga dikenal tentara-tentara supernekat. Termasuk juga para pimpinannya.

Sehingga, tentu Gatot menjaga marwah itu, dan selalu bersikap tak akan pernah takut selama dia berjalan di jalan kebenaran.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close