Trending

Bicara Pancasila, Gatot Nurmantyo: Komandan boleh dibunuh

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo heran saat ada upaya yang mengubah dan mengganti Pancasila, beberapa pihak malah diam. Sebagai mantan prajurit TNI, Gatot mengakui dia bergelora melihat upaya mengubah Pancasila. Menurut Gatot Nurmantyo, Pancasila mesti dipertahankan.

Mengapa demikian? Gatot menjelaskan tiap prajurit TNI telah terikat sumpah setia pada negara sampai meninggal dunia. Makanya, dia resah saat melihat ada upaya untuk mengotak-atik Pancasila.

Baca juga: Jangan kaget! Ini nama dan logo partai baru Amien Rais

Gatot Nurmantyo mengatakan prajurit TNI semuanya telah disumpah saat dilantik menjadi prajurit.

Sumpahnya prajurit ada tiga yaitu pertama; Akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945; Kedua, Akan tunduk pada hukum dan pegang teguh disiplin keprajuritan; Ketiga, Akan setia dengan tidak melanggar perintah.

Komandan boleh dibunuh

Gatot Nurmantyo
Gatot Nurmantyo. Foto Instagram @nurmantyo_gatot

Sumpah prajurit itu diuji baru-baru ini saat ada upaya mengubah Pancasila.

“Saat Pancasila mau diganti kok diam ya, (alasannya) takut pada atasan. Karena ada (aturan) taat pada atasan dan tak langgar perintah,” ujar Gatot dalam deklarasi KAMI Jawa Barat, Senin 7 September 2020.

Baca juga: Dipenjara, komedia Qomar tertawa dan tak malu pamerkan borgol

Namun demikian, mantan Panglima TNI itu menegaskan, prajurit boleh melawan bahkan membunuh atasan, manakala atasan telah melanggar sumpah setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kapan boleh tidak taat pada atasan dan kapan atasan boleh dibunuh? Ada waktunya, manakala atasan melanggar sumpah pertama, dan tidak pegang teguh hukum, itu boleh dibantah,” kata dia.

Pengkhianatan Pancasila

Film G30S/PKI

Gatot menegaskan atasan yang mencoba mengubah Pancasila wajib dilawan. Dalam sejarah, kata dia sudah, ada kasus atasan yang ingin mengubah Pancasila.

“Jadi apabila komandan sama-sama ingin mengubah Pancasila boleh di bunuh. Contohnya ada, G30S PKI. Cari Untung (Lekol Untung) anak buahnya (suruh cari) hidup atau mati. Komandan Brigade Infanteri I itu, anak buahnya dicari hidup atau mati, karena mengkhianati Pancasila,” ujarnya.

Lahirkan KAMI

Deklarasi KAMI
Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Foto Instagram @xdigeeembok

Sebelumnya dalam ILC tvOne, Gatot Nurmantyo mengakui sejak 2017, dia merenungi kehidupannya dan sampai pada titik perenungan, apa yang bisa saya perbuat bagi bangsa ini?

Sebagai TNI, dia mengaku telah disumpah setia pada negara pada 38 tahun lalu. Meski saat ini dia sudah pensiun, mantan Panglima TNI bakal terus terikat sumpah setia pada negara sampai dia dikebumikan di tanah.

Baca juga: Status Jaksa Pinangki, Bareskrim: Statusnya hanya saksi

Namun kemudian ada momentum yang membuatnya bergelora pada sumpah setia pada negara.

“Saya terkejut begitu ada RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila). Yang membuat saya tekejut karena saya pernah disumpah 38 tahun lalu yang intinya sumpahnya demi Allah akan selalu setia NKRI,” ujarnya.

Menurutnya RUU HIP itu disinyalir merupakan jalan untuk mengubah Pancasila. Makanya Gatot merasa hal ini perlu dihentikan. Maka dari itu dia pun siap pasang badan untuk menjaga pilar NKRI.

“Makanya dalam pembukaan UUD 1945 kalau itu diubah maka Indonesia itu ya diubah. Maka saya akan pertanggungjawabkan ini. Minimal saya mengingatkan,” kata dia.

Topik

3 Komentar

  1. Keren pak Gatot, betul kok pada diam semua…. Justru ormas yg galak, NU dan muhammadiyah, parpol keok takut gak dpt jabatan

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close