Trending

Gawat! Epidemiolog bongkar bahayanya pemprov DKI buka kapasitas TJ dan hapus jaga jarak

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menanggapi kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang membuka kapasitas Transjakarta (TJ) 100 persen hingga mencopot tanda jaga jarak di transportasi umum.

Dicky Budiman menilai bahwa kebijakan yang diambil ini sejatinya terlalu dini, meski cakupan vaksinasi di Jakarta sudah mencapai 91,3 persen.

Muslima Fest
Transjakarta berhenti di halte. Foto: Transjakarta

Terlebih, vaksinasi di daerah sekitar wilayah DKI Jakarta masih kurang. Mereka yang belum divaksin juga berpotensi melakukan perjalanan ke Ibu Kota.

Sehingga menurut Budi, tentunya kebijakan yang diberlakukan ini terlalu dini dan justru membahayakan masyarakat.

“Saya kira ini terlalu dini ya, apa yang dilakukan misalnya di Saudi Arabia itu karena cakupan vaksinasi itu sudah 80 persen lebih dengan vaksin yang memiliki efikasi yang tinggi terhadap varian baru dan homogen, sementara kita tidak, kita heterogen, respon daerah berbeda-beda, kota aglomerasi ini juga punya dampak yang dipengaruhi oleh perjalanan dari kota sekitar, sehingga ini akan sangat riskan dan berbahaya,” kata Budi mengutip Suara (Jaringan Hops) pada Kamis, 21 Oktober 2021.

Menurutnya, kebijakan kapasitas transportasi umum 100 persen dan copot tanda jaga jarak baru bisa dilakukan ketika tingkat vaksinasi se Pulau Jawa dan Bali sudah mencapai 80 persen.

“Nantilah, pada level dimana vakupan vaksinasi total di Indonesia ini atau setidaknya di seluruh Jawa Bali ini sudah 80 persen itu baru boleh,” ucapnya.

Transjakarta. Foto: Antara
Transjakarta. Foto: Antara | Gawat! Epidemiolog bongkar bahayanya pemprov DKI buka kapasitas TJ dan hapus jaga jarak

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta memperbolehkan transportasi umum mengangkut 100 persen penumpang melalui Keputusan Gubernur Nomor 1245 tahun 2021 tentang PPKM Level 2 Covid-19 dan Surat Keputusan Kadishub Pemprov DKI Jakarta Nomor 441 tahun 2021.

Aturan ini merupakan turunan dari Instruksi Menteri Dalam Negeri 53/2021 yang memperbolehkan daerah PPKM Level 2 untuk membuka transportasi umum membuka kapasitas maksimal 100 persen dengan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Meski kapasitas sudah 100 persen dan tanda jaga jarak dicopot, setiap penumpang tetap harus menaati protokol kesehatan dengan memakai masker, mengukur suhu tubuh, dan mencuci tangan atau hand sanitizer sebelum masuk kendaraan umum.

Hanya penumpang yang sudah divaksin yang bisa naik dengan cara menunjukkan sertifikat vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi, JAKI atau menggunakan dokumen sertifikat vaksin yang sudah dicetak atau digital melalui ponsel masing-masing sebelum masuk.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close