Trending

Gawat! Pemerintah bilang aman, tapi begini prediksi epidemiolog usai Pilkada

Pemerintah pastikan bahwa Pemilihan Kepala Daerah alias Pilkada Serentak 2020 bisa berjalan aman lantaran menerapkan protokol kesehatan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Meski begitu, Epidemiolog Dicky Budiman prediksi ada jutaan orang yang positif terpapar COVID-19 dan tetap mengikuti proses Pilkada.

Dicku memperkirakan setidaknya ada sekitar 2,4 juta orang yang terjangkit virus Corona namun yang bersangkutan dikategorikan sebagai Orang Tanpa Gejala atau yang biasa disebut OTG.

“Diperkirakan ada setidaknya 2,4 juta OTG tidak terdeteksi terlibat dalam proses pilkada ini,” ujar pakar dari Universitas Griffith Australia, Dicky pada Rabu, 9 Desember 2020. Menyitat Suara.

Padahal ia menilai, seharusnya pemerintah bisa menjalankan program testing untuk mendeteksi secara dini siapa saja calon pemilih yang telah terjangkit virus Corona. Salah satu caranya ialah melakukan testing minimal sehari sebelum hari pencoblosan dilakukan.

Ilustrasi virus corona
Pemerintah bilang aman, tapi begini prediksi epidemiolog usai Pilkada | Ilustrasi virus corona. Photo: Pixabay

Berdasarkan pantauannya pada sejumlah TPS di berbagai daerah, pihak penyelenggara terlihat kurang mempersiapkan pencegahan dan mitigasi pada interaksi antar manusia, kontaminasi, serta adanya kemungkinan paparan di TPS.

Dengan melihat realita yang ada di lapangan, bukan tidak mungkin kasus COVID-19 di tanah air akan terus meningkat. Namun menurut Dicky, dampaknya baru akan terlihat dengan jelas sebulan kemudian.

“Potensi lonjakan kasus dan dampaknya umumnya terlihat jelas sebulan kemudian. Itu terjadi untuk setiap mobilisasi massa yang besar,” imbuhnya.

Lonjakannya melebihi saat liburan panjang

Tak beda jauh dengan pernyataan sebelumnya, pakar Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono juga memperkirakan usai Pilkada Serentak 2020 dilaksanakan, pasien yang terpapar COVID-19 akan terus meningkat bahkan mengalahkan lonjakan yang terjadi pada saat liburan panjang alias long weekend.

“Kan ini lebih banyak, 100 juta lebih penduduk melakukan kegiatan aktivitas (Pilkada) bertemu banyak orang. Ditambah (hari pilkada) libur lagi,” kata Pandu.

Ilustrasi virus corona. Foto: Pixabay
Pemerintah bilang aman, tapi begini prediksi epidemiolog usai Pilkada | Ilustrasi virus corona. Foto: Pixabay

Sebagai contoh, kata Pandu, Negeri Paman Sam (Amerika Serikat) yang dikenal sebagai negara maju dan sangat mengantisipasi penularan COVID-19 saja tetap mengalami lonjakan angkat positif usai melaksanakan pemilu.

“Pokoknya setiap kegiatan yang begitu massif, pilkada atau pemilihan di mana-mana seluruh dunia, di wilayah epideminya belum terkendali, itu potensial meningkatkan risiko penularan, di Amerika juga begitu,” tutur dr. Pandu.

Satgas pastikan sebagian besar TPS patuhi protokol kesehatan

Diketahui sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengklaim, protokol kesehatan TPS yang tersebar di sejumlah daerah sudah melaksanakan dengan sangat disiplin.

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah menyebutkan terdapat 6.200 TPS yang datanya diberikan kepada Satgas Covid-19. Sekitar 90 persen di antaranya dipastikan telah mematuhi protokol kesehatan.

“Ini kita melihat pertama, apakah TPS menyediakan fasilitas cuci tangan, menggunakan sabun dan air mengalir, ini 90 persen sudah ada, sisanya masih belum,” kata Dewi dalam konferensi pers virtual.

“Handsanitizer tersedia lebih dari hampir 90 persen di tempat pemilihan,” sambungnya.

Sedangkan untuk petugas penyelenggara pemungutan suara di TPS juga dinilai telah mengingatkan pemilih untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Penggunaan sarung tangan baik oleh petugas dan pemilih juga diterapkan lebih dari 91 persen.

“Selanjutnya adalah apakah seluruh petugas menggunakan masker, ini pelaporan di lapangan 95 persen lebih TPS sudah menerapkan face shield ini di angka 93 persen. Sekitar 80 persen ada bilik khusus, 20 persen ini belum tersedia ruang bilik khusus untuk pemilih yang bersuhu di atas 37,3 derajat celsius,”

“Ketersediaan petugas dengan APD lengkap ini digunakan untuk mendampingi pemilih dengan suhunya tinggi ini tersedia di 65 persen tempat TPS, sisanya belum lengkap,” imbuhnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close