Trending

Gebrakan Risma bikin KTP gelandangan, Said Didu gebrak balik begini

Menteri Sosial Tri Rismaharini rupanya cukup konsisten menjalankan blusukannya di wilayah DKI Jakarta. Kali ini gebrakan Mensos Risma mendatangi lokasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jakarta, digebrak balik said didu.

Salah satu tujuannya memberikan bantuan sosial dan gebrakan lain kepada para penyandang masalah kesejahteraan sosial di Jakarta. Salah satunya yakni dengan rencana Risma yang ingin membuatkan KTP kepada PMKS yang ditemuinya.

Tak tanggung-tanggung Risma bahkan mau membuatkan KTP sebanyak 1600 PMKS yang terdiri dari pengamen, gelandangan dan kelompok marjinal di Jakarta. Sayangnya gebrakan Risma tersebut justru membuat sorotan public yang mempertanyakan program tersebut.

Sosok gelandangan yang ditemui Mensos Risma. Foto: Suara.
Sosok gelandangan yang ditemui Mensos Risma. Foto: Suara.

Bahkan gebrakan yang akan dilakukan Risma, justru membuat Said Didu gebrak balik soal program yang akan dicanangkan Risma. Gebrakan yang dilakukan Said Didu tentu bukan pada realitanya umumnya, melalui pertanyaan ranah dan kewajiban pemangku kebijakan di pemerintahan.

Karena menurut Said Didu, pembuatan KTP untuk PMKS bukanlah ranah Menteri Sosial meski dalam kerjasama bisa dilakukan. Namun dalam konteks ini, Said Didu melihat belum adanya kerjasama antara lembaga Kemensos dan Pemerintah DKI Jakarta yang juga tidak terlihat hadir dalam kunjungan ke PMKS.

Secara khusus bahkan Said Didu mempertanyakan rencana Risma tersebut yang telah melangkahi pemerintah DKI Jakarta. Pertanyaan tersebut diungkap manusia merdeka ini melalui akun twitternya yang dibagikan pada Jumat 15 Januari 2021.

Pengamat kebijakan publik, M Said Sidu
Pengamat kebijakan publik, M Said Sidu. Foto Twitter @msaid_didu

“Memang boleh tanpa seizin Pemda DKI?” kata Said Didu.

Kerjasama Kemensos dengan Dukcapil

Dalam program pembuatan KTP yang menjadi gebrakan baru Risma justru menargetkan pembuatan KTP bagi PMKS di DKI Jakarta sebanyak 100 orang perhari. Langkah tersebut akan dilakukan Kemensos bersama Dukcapil.

Tak hanya itu, Risma juga menjanjikan adanya dana sosial yang akan diberikan kepada kaum PMKS melalui pembukaan rekening bekerjasama dengan Bank Mandiri.

“Dengan demikian maka kita bisa akses bantuan agar mereka bisa segera keluar dari kemiskinan yang sebetulnya karena tidak ada rumah. Kami juga tidak salah administrasi karena pasti alamat dan NIK-nya,” kata Risma.

Menteri Sosial Tri Rismaharini blusukan ke tempat kumuh. Foto: Kemensos
Menteri Sosial Tri Rismaharini blusukan ke tempat kumuh. Foto: Kemensos

Pengamat pertanyakan tugas Mensos

Pengamat politik, Tony Rosyid mengkritik manuver Mensos Risma. Menurutnya tugas Mensos nggak cuma ngurusin gelandangan dan pengemis. Hal yang lebih substansial adalah bagaimana menekan angka kemiskinan.

“(Tugas Mensos) mengawali pendataan warga miskin, mencari faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kemiskinan, lalu merumuskan program pengentasan kemiskinan. Memastikan anak buah bergerak mengikuti juklak dan juknisnya, ini tugas Mensos,” jelas Tony dalam tulisannya kepada Hops.ID, Kamis 7 Januari 2021.

Tony mengatakan, gelandang adalah sedikit dari jumlah orang miskin. Di luar Jakarta, angka kemiskinan lebih besar. Artinya, mereka menunggu ibu mensos dengan bantuan-bantuan yang tepat dan betul-betul sampai ke tangan mereka.

Tony mengatakan ukuran kebersihasilan Mensos bukan berapa kali bertemu dan ngobrol denga para gelandangan.

Bukan pula berapa besar bantuan yang diberikan kepada para gelandangan itu. Apalagi cuma ongkos pulang kampung. Bukan! Sama sekali tidak bisa jadi ukuran, begitu kata Tony.

“Sukses tidaknya mensos akan diukur seberapa besar angka kemiskinan itu turun, dan seberapa besar tingkat kesejahteraan masyarakat miskin mengalami perkembangan. Setahun, dua tahun, tiga tahun, bisa diukur datanya. Data-data itu bisa menjadi alat yang efektif jika mau dipakai untuk branding,” tegas Tony.

loading...
Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close