Trending

Gegara ini Anies Baswedan gak maju Pilkada DKI tapi lahir batin jadi capres

Posisi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terancam dengan mandegnnya pembahasan RUU Pemilu di parlemen. Sedianya dalam revisi UU Pemilu, Pilkada serentak berjalan normal sesuai ketentuan yaitu pada 2022 dan 2023. Namun lantaran mandeg, kemungkinan Pilkada serentak sleanjutnya akan dilangsungkan pada 2024. Normalisasi Pilkada 2022 dan 2023 yang diatur dalam RUU Pemilu tak akan terlaksana.

Nah dampaknya, calon yang akan habis masa baktinya pada 2022 dan 203 tak bisa mencalonkan lag, sebagaimana normalnya periode pemerintahan kepada daerah. Termasuk di antaranya adalah Pilkada DKI Jakarta yang mestinya dilaksanakan pada 2022. Makanya ini bakal mengancam posisi Anies Baswedan.

Posisi Anies Baswedan di Pilkada DKI terancam

Sekjend PAN, Eddy Soeparno
Sekjend PAN, Eddy Soeparno. Foto Twitter @eddy_soeparno

Nah karena revisi UU Pemilu mandeg, maka skemanya nanti posisi kepala daerah gubernur, bupati dan walikota yang habis masa baktinya pada 2022 dan 2023 akan diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

Pengisian ini sesuai dengan ketentuan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota pasal 201 ayat 9, yang bunyinya:

“Untuk mengisi kekosongan jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali kota yang berakhir masa jabatannya tahun 2022 sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan yang berakhir masa jabatannya pada tahun 2023 sebagaimana dimaksud pada ayat (5), diangkat penjabat Gubernur, penjabat Bupati, dan penjabat Wali kota sampai dengan terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali kota dan Wakil Wali kota melalui Pemilihan serentak nasional pada tahun 2024,”.

Kondisi ini membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan kesulitan untuk menentukan pilihan pada 2024, apakah maju lagi di Pilkada DKI atau maju di Pilpres 2024.

Anies Baswedan lahir batin presiden

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam rapat Covid-19. Foto Instagram @aniesbaswedan

Posisi Anies Baswedan ini menjadi perhatian dari Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno. Dikutip dari Pojoksatu, Eddy mengatakan dengan posisi RUU Pemilu yang mandeg, maka Anies mesti memilih.

Anies mesti memilih mau nyalon gubernur atau presiden, sebab waktu pelaksaan Pemilu tersebut mepet. Pilpres dilaksanakan April 2024 sedangkan Pilkada DKI dilaksanakan November atau Desember 2024.

“Dia harus milih mau maju di DKI lagi atau kalau memang dia siap lahir batin dan saya kira dari tekad beliau itu akan maju di Pilpres,” ujarnya.

Nah Eddy meyakini dengan posisi seperti itu, Anies akan milih nyalon presiden.

Nah untuk calon gubernur DKI, Eddy mengatakan PAN sudah punyca calon yang bakal diajukan yaitu Bima Arya Sugiarto, Eko Patrio atau Zita Anjani, ketiganya kader PAN.

Eddy mengatakan untuk Bima Arya merupakan kader potensial. Sosok Bima sudah menasional, menjabat Wali Kota Bogor dan diamanahi pula sebagai Ketua APEKSI.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI mengatakan Bima Arya memiliki kapasatitas dan peluang untuk maju di Pilkada DKI Jakarta.

Namun demikian, Eko Patrio dan Zita Anjani pun layak untuk masuk dalam kompetisi Pilkada DKI. Intinya Eddy mengatakan, PAN ada banyak stok untuk mengisi calon gubernur DKI Jakarta.

“Kita lihat nanti di Pilkada DKI 2024 kalau memang kesempatan ada, tentu kita dorong,” ucap Eddy.

Menurut Eddy, PAN DKI Jakarta cukup diperhitungkan. Sebab, partai berlambang matahari ini memiliki 9 kursi di DPRD DKI. Salah satu kader terbaik PAN pun jadi pimpinan DPRD DKI.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close