Hobi

Gegara kebijakan privasi baru, WhatsApp ditinggal jutaan pengguna

Kebijakan privasi baru yang dibawa WhatsApp menimbulkan kontroversi di kalangan pengguna. Bahkan karena kebijakan baru tersebut, jutaan pengguna WhatsApp hengkang dari aplikasi perpesanan besutan Facebook itu, dan memilih aplikasi perpesanan lainnya seperti Telegram dan Signal.

Menyitat laman The Guardian, Selasa 26 Januari 2021, akibat eksodus besar-besaran pengguna WhatsApp itu, akhirnya memaksa perusahaan untuk menunda penerapan kebijakan baru tersebut.

Semula, penerapan kebijakan baru bakal berlaku 8 Februari 2021, namun diundur menjadi hingga 15 Mei guna mensosialisasikan kembali kepada pengguna soal perubahan kebijakan privasi terbaru.

Namun sayang, jutaan pengguna WhatsApp telah terlanjur hengkang dan memilih aplikasi perpesanan lain. Bahkan, pada awal Januari, Signal telah memperoleh 7,5 juta pengguna secara global, dan Telegram memiliki 25 juta pengguna baru.

Aplikasi WhatsApp. Foto: The Financial Express

WhatsApp mengalami penurunan jumlah pengguna yang cukup signifikan. Bahkan di Inggris, aplikasi tersebut turun jauh dari peringkat 8 aplikasi paling banyak diunduh, menjadi peringkat ke-23 pada pertengahan Januari 2021.

Sebaliknya, aplikasi Signal pada awal Januari yang tidak masuk dalam peringkat 1.000 aplikasi teratas di Inggris pada 6 Januari, namun langsung berhasil melesat jadi aplikasi paling banyak diunduh di negara tersebut pada 9 Januari 2021, menurut data perusahaan analitik, App Annie.

Niamh Sweeney, Direktur Kebijakan Publik WhatsApp untuk Eropa, Timur Tengah dan Afrika, mengatakan kepada Komite Urusan Dalam Negeri Inggris bahwa eksodus besar-besaran ini diyakini terkait dengan pembaruan persyaratan layanan perusahaan.

Dia mengatakan, pembaruan dimaksudkan untuk melakukan dua hal, yakni mengaktifkan sekumpulan fitur baru seputar perpesanan bisnis dan ‘membuat klarifikasi dan memberikan transparansi yang lebih besar’, seputar kebijakan perusahaan yang sudah ada sebelumnya.

“Tidak ada perubahan dan berbagi data kami (WhatsApp) dengan Facebook di mana pun di dunia,” kata Sweeney.

Bukan hal yang aneh

Sementara itu, Direktur of Market Insights App Annie, Amir Ghodrati, mengatakan peralihan cepat pengguna jejaring sosial bukanlah hal yang aneh.

Karena menurutnya, fungsi utama media sosial salah satunya adalah komunikasi yang melibatkan orang lain dan dengan berbagai jaringan komunitas. Nah, hal itu lah yang menyebabkan pergerakannya terbilang cukup cepat.

Ilustrasi aplikasi WhatsApp. Foto: Webster2703 di Pixabay
Ilustrasi aplikasi WhatsApp. Foto: Webster2703 di Pixabay

“Kami telah melihat permintaan yang meningkat selama beberapa tahun terakhir akan pesan terenkripsi dan aplikasi yang berfokus pada privasi,” kata Amir.

Lebih lanjut, Amir menjelaskan bahwa tren pergeseran pengguna memilih aplikasi yang lebih berfokus pada privasi telah dibangun sebelum kasus WhatsApp ini. Aplikasi perpesanan yang menyediakan fitur privasi mengalami pertumbuhan keterlibatan terbesar pada paruh pertama tahun 2020.

“Aplikasi tersebut melihat rata-rata 30 persen lebih banyak pengguna aktif daripada alternatif,” ucapnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close