Entertainment

Gegara stres, Putri Diana pernah paksa Freddie Mercury lakukan hal gila ini

Selama masa hidupnya, Putri Diana dikenal sebagai Putri yang merakyat dan tampaknya julukan itu tidak hanya berlaku untuk orang-orang Inggris tetapi juga untuk lingkaran sosialnya.

Ibu dari Pangeran William dan Pangeran Harry ternyata juga berteman dekat dengan beberapa selebriti papan atas Inggris. Sebeut saja Liza Minnelli, Elton John, dan Naomi Campbell sebagai beberapa teman terdekatnya. Tapi mungkin pertemanan Diana yang paling ‘liar’ adalah dengan ikon LGBTQ dan raja rock and roll Freddie Mercury.

Baca juga: Mimpi jadi Putri Diana, Kate Middleton malah disebut mirip Ratu Elizabeth

Jadi apa yang dilakukan pentolan Queen dan Putri Diana di masa kejayaannya?

Dilansir laman Nicky Swift, menurut memoar 2013 oleh aktris Cleo Rocos, Freddie Mercury dan Putri Diana menjadi teman pada pertengahan 1980-an (via Rolling Stone).

Seperti yang dijelaskan Rocos dalam bukunya, seseorang secara bersama-sama mencontohkan ikatan antara Putri Rakyat dan vokalis Queen itu.

Dalam bukunya, Rocos menceritakan pertemuan kecil dengan Freddie dan Diana di rumah komedian Inggris Kenny Everett, kolaborator kreatif dan teman dekatnya.

Putri Diana
Pixabay

Keempatnya minum sampanye di depan tayangan ulang The Golden Girls. Masa bertemunya Freddie dan Diana terjadi pada puncak popularitas Diana. Kala itu Diana menunjukkan kesediaannya untuk melawan norma-norma tradisional dan protokol yang membatasi keluarga kerajaan Inggris.

Status Diana sebagai tokoh yang dicintai berjalan seiring dengan pengawasan media yang ekstrem, yang menurut Rocos, memainkan peran penting dalam peristiwa yang terjadi antara Freddie dan Diana.

Namun Freddie dan Diana menyusun rencana yang cerdik. Menurut aktris Cleo Rocos dan memoarnya di tahun 2013, Freddie Mercury dan Kenny Everett keduanya adalah orang-orang aneh yang tertutup ketika berkumpul dengan Diana.

Kala itu Freddie dan Cleo berencana mengunjungi Royal Vauxhall Tavern, salah satu bar gay tertua dan terpopuler di London.

Di tengah-tengah mengukir rencana perjalanan mereka untuk malam itu, Diana dikabarkan memaksa bergabung, dan berharap bisa berpesta setidaknya untuk satu malam.

“Diana mengaku sangat frustasi dengan kondisinya saat itu, ia ingin melakukan ‘hal gila’ setidaknya untuk satu hari saja,” ujarnya.

Seperti yang ditunjukkan oleh Rocos dalam memoarnya, Royal Vauxhall Tavern (RVT) memiliki reputasi yang agak buruk, sehingga teman-teman Diana keberatan.

“Kami memohon, Apa yang akan menjadi berita utama jika Anda terjebak dalam perkelahian di bar gay?,” kenang Rocos.

Dilaporkan bahwa Diana, bersama dengan Freddie, yang datang dengan cara yang cerdik untuk mencegah sang putri disorot media.

Diana menyamar jadi pria

Setelah memutuskan untuk mendandani Putri Diana dengan gaya ‘drag’ raja klasik, komedian Kenny Everett dilaporkan merogoh lemari pakaiannya untuk mendandani Diana dengan jaket tentara, kacamata penerbang, dan topi kulit.

Freddie Mercury dan Putri Diana
Freddie Mercury dan Putri Diana Photo: Istimewa

Cleo Rocos dalam memoarnya 2013 ‘Kenny and Me: Bananas Forever‘, mengatakan bahwa penyamaran yang dilakukan Diana berhasil.

“Kami memutuskan bahwa ikon paling terkenal di dunia modern mungkin hanya hanya lulus untuk gay yang berpakaian agak eksentrik berpakaian gay model pria.”

Keempatnya akhirnya pergi ke bar, dan penampilan penyamaran Diana dipasangkan dengan fakta bahwa Freddie Mercury, Everett, dan Rocos adalah selebritas di puncak ketenaran mereka memastikan bahwa Putri Rakyat tetap tidak terdeteksi. Meski berhasil, namun keempatnya hanya singgah 20 menit di bar tersebut.

Sementara hanya Rocos yang bisa hidup cukup lama untuk mengingat malam kenakalan mereka doketahui, Everett dan Mercury meninggal karena sebab terkait AIDS di tahun 90-an. Dan Diana terbunuh dalam kecelakaan mobil pada tahun 1997.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close