Trending

Kerajaan Agung Sejagat, cuma halu atau aliran sesat?

Hops.id – Kerajaan Agung Sejagat yang mendeklarasikan diri sebagai penerus imperium raksasa nusantara, Kerajaan Majapahit, bikin geger. Kerajaan di Purworejo ini mengklaim menguasai wilayah seluruh dunia.

Kerajaan Agung Sejagat yang bermarkas di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, ini bikin geleng-geleng dan memuat penasaran. Pertama, kerajaan ini mengklaim menguasai seluruh dunia! Ya sejagat mereka klaim sebagai wilayahnya sesuai dengan nama kerajaan mereka.

Baca juga: Trik engine brake pada mobil matik, gampang kok

Yang bikin heboh lainnya, kemunculan Kerajaan Agung Sejagat itu muncul tiba-tiba. Iya, tiba-tiba menggelar kirab dan membuat keraton di Purworejo. Orang-orang sekitar markas kerajaan tersebut dikabarkan nggak tahu menahu seluk beluk Kerajaan Agung Sejagat. Tiba-tiba saja ada kirab.

Dikutip dari akun Twitter @aritsantoso, Selasa 14 Januari 2020, layaknya kerajaan pada umumnya, Kerajaan Agung Sejagat itu punya raja dan ratu sebagai pemimpinnya.

Rajanya adalah Sinuhun, nama asli Totok Santosa Hadiningrat. Pasangannya Kanjeng Ratu, alias Dyah Gitarja. Sinuhun memiliki gelar dengan nama Rakai Mataram Agung Jaya Kusuma Wangsa Sanjaya.

Artikel lain: Kisah warga Pamulang tak sadar selama ini tidur di atas ular

Hebohnya lagi, Raja Sinuhun ini sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Malah lebih edan lagi, Sinuhun ini sudah mewacanakan Perang Dunia III pada 2020. Wah kok kayaknya bisa meramal masa depan ya. Kan sekarang lagi hangat konflik Amerika Serikat vs Iran bakal melahirkan Perang Dunia III.

Akun Youtube Kudaku On Top melaporkan, keberadaan Sinuhun Totok Hadiningrat untuk menunaikan janji 500 tahun dari runtuhnya Kerajaan Majapahit tahun 1518. “Wilujengan Keraton Agung ini adalah untuk menyambut kehadiran Sri Maharatu (Maharaja) Jawa kembali ke Jawa,” kata Totok yang bergelar sangat panjang namun hanya disingkat Rangkai Mataram Agung.

Warga takut

Gara-gara bikin heboh dan menarik perhatian masyarakat, malah kabarnya masyarakat dekat markas kerajaan tersebut terganggu lho.

Pemerintah desa lokasi kerajaan tersebut sampai melayangkan surat ke Pemerintah Kabupaten Purworejo yang isinya menunjukkan keresahan warga atas munculnya Kerajaan Agung Sejagat.

Warga bertanya-tanya apa tujuan hadirnya kerajaan ini, sedangkan anak-anak sekitar lokasi dikabarkan ketakutan dengan kegiatan kerajaan, sebab ritual kerajaan ini melibatkan banyak sesaji dan batu yang dipasang sebagai tempat sembahyang.

Namun ketakutan warga ini direspons oleh pemilik lahan yang dipakai untuk Kerajaan Agung Sejagat, itu hanyalah acara lintas budaya saja.

Berbekal protes resmi dari warga, aparat keamanan sampai memantau kegiatan kerajaan ini, termasuk kirabnya. Aparat kepolisian dan TNI juga memantau Sidang Keraton Agung Sejagat beberapa hari lalu yang agendanya adalah pembacaan silsilah kerajaan sampai pemberian penghargaan.

Dalam pembacaan silsilah, Kerajaan Agung Sejagat silsilahnya mulai dar Mesir sampai Jawa. Wow!

Warganet pun ramai-ramai merespons munculnya kerajaan tersebut. Ada yang menyoroti keanehan dari surat undangan kirab, yang mana kop suratnya menggunakan aksara Jawa. Ada beberapa warganet yang mengoreksi aksara Jawa pada kop surat yang kurang lengkap. Ada yang janggal.

Warganet lainnya mengomentari atribut dan logo Kerajaan Agung Sejagat, yang dinilai hasil dari percampuan dari beberap logo misalnya lambang Jerman dan Singapura.

Lain warganet bertanya-tanya, apakah gerakan Kerajaan Agung Sejagat ini adalah gerakan halu, penipuan, atau ajarat sesat.

Munculnya kerajaan ini pun sampai membuat pejabat publik yaitu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo angkat bicara.

Dia menyarankan pemimpin Kerajaan Agung Sejagat itu untuk berkooordinasi dengan Dinas Kebudayaan Jawa Tengah dan para ahli sejarah, untuk menegaskan legitimasi keberadaannya.

Menurut kamu, apakah Kerajaan Agung Sejagat ini cuma halu dan main-main saja? (Amal)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close