Fit

Waspada, gejala virus D614G covid-19 varian baru: Sariawan hingga linglung

Covid-19 varian baru muncul di 8 negara termasuk Indonesia.

Varian baru virus corona Covid-19, D614G disebut-sebut memiliki tingkatan penularan yang tinggi. Hingga saat ini, sudah ada delapan negara telah melaporkan adanya temuan varian baru virus corona yang muncul di negaranya.

Adapun negara-negara tersebut, yakni Irlandia Utara, Isreal, Singapura, Denmark, Belanda, Australia, Italia, Gibraltar, dan diduga juga muncul di Perancis, dan Afrika Selatan.

Paling dekat, Singapura mengonfirmasi bahwa mutasi virus corona seperti virus dengan jenis yang sama yang menyebar di Inggris.

Ilustrasi penelitian covid-19
Petugas medis melakukan pemeriksaan cepat (rapid test) COVID-19. Foto: Antara

Melansir dari Times of India, National Health Service (NHS) pun menyoroti gejala Covid-19 yang kerap dialami pasien saat terinfeksi virus corona jenis baru ini.

Di Indonesia sendiri, dikonfirmasi bahwa varian baru covid-19 ini sudah beredar. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Balikpapan Kepala Dinas Kesehatan dr Andi Sri Juliarty mengemukakan bahwa virus ini menular hanya butuh waktu 3 hari.

“Ini virus Covid-19 yang sudah bermutasi, yang dapat menular lebih cepat dengan masa inkubasi hanya tiga hari, sementara virus Covid-Wuhan perlu waktu 14 hari,” katanya dilansir Suara 3 Februari 2021 .

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan RI juga sudah memerintahkan 13 laboratorium biomolekuler untuk meneliti kasus-kasus Covid-19 dalam sebulan terakhir.

Ilustrasi lidah
Ilustrasi lidah foto: Pixabay.

Varian baru covid-19 punya gejala yang khas hingga mirip sariawan

Selain gejala umum yang khas seperti demam, batuk kering, dan hilangnya indra penciuman dan perasa, ada 7 gejala lain yang dikaitkan dengan varian baru corona, di antaranya kelelahan, kehilangan selera makan, sakit kepala, diare, kebingungan, nyeri otot, hingga ruam kulit, hingga yang terbaru munculnya gejala khas yang mirip sariawan.

Delirium adalah gejala baru yang dialami pasien COVID-19. Kondisi ini dialami oleh sejumlah pasien positif virus Corona, khususnya lansia.

Delirium adalah gangguan serius pada kemampuan mental yang mengakibatkan kebingungan dan kesadaran yang berkurang. Seseorang yang mengalami delirium akan merasakan sulit untuk berpikir, berkonsentrasi, mengingat, dan kesulitan tidur.

Mengutip laman Mayo Clinic, gejala delirium biasanya dimulai dengan cepat dalam beberapa jam atau beberapa hari.

Gejala delirium sering berfluktuasi sepanjang hari, namun ada periode tanpa gejala. Gejala delirium cenderung menjadi lebih buruk pada malam hari.

Peneliti menemukan adanya gejala baru dari infeksi Covid-19, yaitu covid tongue. Gejala corona covid tongue pada pasien positif Covid-19 ini pertama kali ditemukan oleh Tim Spector, ahli epidemiologi dari King’s College London.

Gejalanya ditemukan pada pasien Covid-19 yang mengaku merasa tak nyaman dengan lidah mereka. Setelah diteliti, terdapat bercak-bercak atau luka seperti sariawan pada lidah pasien, yang terkadang bisa terasa sakit.

Meski bisa menandakan Covid-19, namun ada banyak hal yang juga berpotensi memicu munculnya bercak-bercak di lidah.

Kondisi semacam ini juga bisa dialami oleh penderita sariawan biasa, herpes, atau lidah geografik. Jadi, hanya karena muncul bercak-bercak atau luka mirip sariawan di lidah bukan berarti kamu positif Covid-19.

Gejala terinfeksi virus corona berupa Covid tongue juga bisa menyebabkan infeksi serius di mulut. Namun, sebenarnya gejala ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu.

Akan tetapi, jika kamu mengalami covid tongue bersama dengan gejala lain dari Covid-19, segera periksakan diri ke dokter dan isolasi mandiri.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close