Trending

Gelombang tujuh hantu Sungai Kampar yang jadi favorit surfer kelas dunia

Gelombang misterius yang ada di Sungai Kampar, justru menjadikan tempat ini sebagai lokasi surfing kelas dunia dan dikenal hingga manca negara.

Pada umumnya, surfing atau yang kita kenal sebagal olahraga selancar merupakan salah satu olahraga yang biasa dilakukan di laut. Dengan memanfaatkan dorongan gelombang ombak, para surfer harus menyeimbangkan berat badan di atas papan selancar.

Namun berbeda dari biasanya, di Kabupaten Palawan (Riau) surfing tak perlu dilakukan jauh-jauh ke pantai. Pasalnya olahraga satu ini bisa dilaksanakan di sebuah sungai bernama Sungai Kampar. Menarik, kan!

Baca juga: Aksi kocak mantan datang ke pernikahan, pakai baju nikah dan lakukan ini

Sungai Kampar layak menjadi tempat surfing karena terdapat sebuah hembusan gelombang yang mirip dengan ombak di pantai. Fenomena ini bisa terjadi akibat adanya pertemuan antara arus pasang air laut dengan muara sungai yang lebar.

Masyarakat sekitar dan para traveler menyebutnya sebagai Gelombang Bono. Namun tak bisa sembarang menikmatinya, lantaran fenomena langka ini hanya terjadi setiap bulan Agustus hingga Desember.

Kondisi Sungai Kampar. Foto: soloraya
Kondisi Sungai Kampar. Foto: soloraya

Disebut gelombang tujuh hantu

Semakin besar dorongan angin yang ada di sekitar sungai, maka akan memunculkan sebuah ombak yang cukup tinggi. Hal itu dikarenakan posisi alirannya yang diapit oleh dua tebing tinggi yang menjulang di sisi kiri dan kanan badan sungai.

Gelombang yang dihasilkan pun bisa mencapai ketinggian maksimal hingga enam meter dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam dan memanjang sejauh 300 meter.

Bagi para surfer yang tertarik berolahraga di Sungai kampar harus tetap berhat-hati. Konon surfing di sini kesulitannya lebih tinggi daripada surfing di laut. Papan surfing akan lebih sulit dikendalikan dan kerap kali gelombang muncul tiba-tiba dengan kekuatan besar.

Banyak mitos beredar melengkapi kehadiran Sungai Kampar. Masyarakat setempat percaya bahwa Gelombang Bono yang terdapat di sana merupakan Bono Jantan, sedangkan betinanya berada di Sungai Rokan, Bagiansiapi-api.

Ada pula sebutan lain untuk ombak ini, yaitu Gelombang Tujuh Hantu. Hal itu dikarenakan gelombangnya berjumlah tujuh buah dan dipercaya sebagai jelmaan hantu. Warga sekitar sering mengaitkan kedatangan Gelombang Bono dengan kejadian mistis.

Berselancar di Sungai Kampar. Foto: Portalwista.co.id
Berselancar di Sungai Kampar. Foto: Portalwista.co.id

Masuk program Pesona Indonesia

Kini, keberadaan gelombang Bono menjadi daya tarik para traveler dan peselancar mancanegara. Namun akses dan fasilitas pendukung untuk menuju tempat wisata ini dapat dibilang masih sangat terbatas.

Apabila kamu tertarik menikmati kuatnya ombak dan gelombang Bono, akses menuju ke sungai ini lumayan jauh dari kota terdekat, yakni dibutuhkan waktu perjalanan sekitar enam hingga tujuh jam dari Kota Pekanbaru.

Meski demikian, Kemenpar RI (Kementerian Pariwisata Republik Indonesia) terus berkerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk mempromosikan potensi wisata alam tersebut.

Saat ini, Sungai Kampar sudah termasuk ke dalam salah satu destinasi wisata yang dipromosikan langsung oleh program ‘Pesona Indonesia’. (CTH)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close