Fit

Gemar ngunyah es batu bisa jadi gejala anemia dan pagophagia, apa itu?

Saat kondisi cuaca panas, biasanya segelas minuman dingin kerap jadi incaran. Namun ada beberapa orang yang tanpa alasan gemar ngunyah es batu tak peduli cuaca, kala dingin ataupun panas, mengunyah es batu seakan jadi kebiasaan.

Bagi sebagian orang, mengunyah es batu bisa jadi pelepas stres, atau mengurangi rasa gugup. Namun tahukah kamu ternyata ngunyah es batu punya dampak buruk terhadap tubuh lho.

Muslima Fest

Baca juga: 10 Gejala penyakit ginjal yang jarang disadari

Menurut Dr. Sarina Pasricha, keinginan Anda akan es sebenarnya bisa menjadi kondisi yang dikenal sebagai pica.

“Secara medis, pica adalah kelainan yang didefinisikan oleh keinginan untuk makan zat yang tidak memiliki nilai gizinya,” katanya dilansir dari laman Healthline.

Es batu
Es batu photo: pixabay

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa seseorang yang punya kecenderungan mengonsumsi es batu memiliki jenis pica yang disebut pagophagia (kondisi medis yang merupakan kebiasaan mengunyah es secara kompulsif).

Selain menjadi indikasi pagophagia, mengunyah es batu juga berdampak buruk bagi gigi. “Gigi tidak terdesain untuk terus terusan mengunyah sesuatu yang keras dan dingin. Jika kamu sering melakukannya aitu akan merusak enamel gigi yang merupakan bagian paling keras dari gigi.”

Jika enamel gigi telah terkikis, maka gigi kamu akan terasa sangat sensistif. Selain itu mengunyah es batu juga bisa meningkatkan risiko substansial.

Baca juga: Kosan antimainstrem, tangga tanpa pegangan hingga AC telentang di lantai

Keinginan mengunyah es batu bisa jadi tanda tubuh kamu anemia

Di sisi lain, pagophagia ternyata bisa menjadi tanda bahwa tubuh kamu kekurangan zat besi (anemia). Gejala anemia lainnya bbiasanya disertai kelelahan dan sesak napas.

Direktur Asosiasi Pelatihan Klinis di Departemen Psikologi di Universitas Pennsylvania, Melisa Hunt menyarankan jika kamu mengalami gejala tersebut bersama dengan keinginan untuk mengonsumsi es, maka kamu harus meminta pertolongan medis dan memeriksakannya.

“Kebanyakan orang yang gemar mengunyah es ternyata anemia,” ujar Melissa Hunt.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pada orang anemia, mengunyah es mampu meningkatkan oksigen di otak, juga menghasilkan perasaan kewaspadaan yang lebih besar.

Indikasi kamau mengalami Pica, ternyata bisa dideteksi dari sebanyak apa konsumsi es yang kamu lakukan dalam sehari. Jika kamu hanya mengunyah es di cangkir minuman yang akan kamu habiskan (1-2 cube es) maka itu tidak bermaslah. Namun jika kamu tak bisa berhenti melakukannya setiap hari, itu tandanya kamu harus waspada.

“Jika sebatas anemia defisiensi zat besi akan mudah didiagnosis dan diobati, namun sementara itu jika yang kamu alami adalah pica, pengobatannya akan sedikit lebih rumit. Mungkin kamu butuh terapi. Dalam kondidi tertentu yang tak dapat ditolerir, medis akan memberi kamu antidepresan atau obat anti-kecemasan tertentu.”

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close