Trending

Gemma Watts, mirip Reynhard Sinaga tapi versi perempuan

Gemma Watts memangsa korbannya dengan menyamar menjadi seorang pria. Wanita yang baru berusia 21 tahun itu memangsa gadis-gadis yang usianya rata-rata di bawah 17 tahun.

Predator seksual sesama jenis ternyata tak hanya mengancam pria, seperti Reynhard Sinaga memangsa pria-pria di London. Di Inggris, Gemma Watts beraksi menjadi Jake Waton sejak 2018. Dia mencari mangsanya di media sosial dan telah berhasil menipu lebih dari 50 gadis belia

Kejahatannya terungkap pertama kali pada Maret 2018, ketika seorang gadis berusia 14 tahun berkonsultasi kepada dokter dan mengaku kalau dirinya telah berhubungan seksual dengan seorang pria berusia 16 tahun. Pengakuan ini kemudian menyita perhatian kepolisian Hamsphire.

Penyidik kemudian menemukan pria itu ternyata adalah Watts yang ternyata berusia 19 tahun. Namun kala itu, Watts membantah dirinya menyamar sebagai Jake dan dia juga mengaku tak mengenal dengan gadis itu.

Kemudian pada Juli 2018 Watts ditangkap kembali setelah ditemukan dua korban yang berusia 15 tahun dengan kasus serupa. Namun kemudian Watts dibebaskan dengan membayar jaminan.

Walaupun sudah berada dalam radar pihak polisi namun Watts tidak kapok. Dia kembali mencari dan mendekati mangsanya yang berusia 15 tahun. Dia merayu sang gadis untuk datang ke London bersamanya pada Oktober 2018.

Sayangnya perjalanan mereka terhalang karena orang tua si gadis kadung melapor ke kepolisian terkait anaknya yang hilang. Di sinilah kemudian Watts ditangkap kembali dan baru tahu jika Watts menyamar menjadi seorang pria.

Watts menjalankan aksinya di media sosial seperti Instagram dan Snapchat. Dia butuh waktu beberapa minggu untuk merayu korbannya sebelum akhirnya mengajak bertemu dan melakukan pelecehan seksual. Hebatnya, dia tak hanya menipu si gadis tapi juga orang tua korbannya. Profil pada akun media sosialnya memperlihatkan ‘Jake Waton’ sedang menggunakan skateboard atau scooter, menggunakan celana baggy dan hoodie.

Penyidik meyakini jika ada sekitar 50 gadis yang menjadi korban Watts. Kebanyakan korbannya tidak tahu jika Watts adalah seorang wanita, sampai akhirnya polisi mengungkap identitasnya. 

Pada November tahun lalu, Watts mengakui tiga kasus pelecehan seksual yang dilakukannya. Walaupun dipercaya masih puluhan lainnya. Watts disebut sebagai gadis tukang tipu dan predator.

“Kasus seperti ini sangat jarang dan menambah daftar bahaya yang muncul dari penggunaan media sosial. Banyak penipuan yang diawali dengan profil palsu dan berujung pada pelecehan seksual, menimpa anak-anak muda baik laki-laki maupun perempuan,” ujar jaksa penuntut Philippa Kenwright, dikutip dari Evening Standard.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close