Trending

George Floyd positif corona, hasil autopsi sebut ia OTG sejak awal April

Warga kulit hitam yang jadi pemicu kerusuhan di Amerika, George Floyd positif covid-19. Hasil tes Floyd disampaikan lewat hasil autopsi oleh Kantor Pemeriksa Medis Kota Hennepin.

Dokumen setebal 20 halaman itu menyatakan Floyd positif untuk kode gentik virus (RNA) pada tes yang dilakukan 3 April 2020 lalu. Dalam laporan itu juga disebut bahwa Floyd positif covid-19 jauh berminggu-minggu jauh sebelum kematiannya. Pihak medis menduga Floyd positif sejak awal April 2020.

Baca juga: Kisah hidup George Floyd, orang yang kematiannya bikin AS kerusuhan besar

Dilansir laman NBC News, RNA dapat berada dalam tubuh seseorang selama berminggu-minggu bahkan setelah si pasien mengalami kesembuhan. Pihak medis yang bertanggung jawab atas otopsi Floyd mengatakan bahwa berdasarkan tes, Floyd (46) tidak menunjukan gejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit juga mengatakan bahwa tes RNA positif tidak selalu menular. Hasil tes ini masih berlanjut untuk mengetahui apakah Floyd pernah mengalami gejala sebelumnya atau sesuai asumsi medis.

Aksi demonstran protes kematian George Floyd. Foto: CNN.
Aksi demonstran protes kematian George Floyd. Foto: CNN.

Seorang mantan perwira polisi Minneapolis, Derek Chauvin, menghadapi pembunuhan tingkat dua dan dakwaan lainnya setelah dia menekan lututnya ke leher Floyd selama delapan menit sementara Floyd terbaring terborgol di perutnya. Floyd kala itu diduga mengedarkan uang palsu.

Video CCTV yang merekam kejadian itu memicu kemarahan seluruh warga Amerika Serikat. Kantor pemeriksa medis mengatakan minggu ini bahwa kematian Floyd adalah pembunuhan yang terjadi ketika ia ditahan oleh polisi.

Penyebab kematiannya terdaftar sebagai “penangkapan kardiopulmoner yang menyulitkan penegakan hukum, pengekangan dan kompresi leher.

Pemeriksa medis menyebut kondisi “signifikan” lain yang memicu kematiannya, termasuk penyakit jantung hipertensi, keracunan fentanyl dan penggunaan metamfetamin baru-baru ini.

Kesimpulan-kesimpulan itu berbeda dengan otopsi independen yang dilakukan oleh patolog untuk keluarga Floyd.

Otopsi itu menyimpulkan bahwa Floyd tidak memiliki masalah medis mendasar yang berkontribusi pada kematiannya. Ahli patologi juga mengatakan dia meninggal setelah aliran darah dan udara terputus ke otaknya, menyebabkan dia mati karena asfiksia mekanik.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close