Trending

Gerhana matahari cincin dan duka Nabi Muhammad SAW

Hops.id – Gerhana matahari cincin bakal melewati sebagian wilayah Indonesia pada Kamis siang, 26 Desember 2019.

Tujuh provinsi dan 25 kabupaten/kota di Sumatera dan Kalimantan, bakal dilalui jalur gerhana cincin. Artinya di luar wilayah tersebut hanya mendapatkan gerhana matahari sebagian saja.

Gerhana ini akan mejadi gerhana terakhir alias penutup pada 2019. Bagaimana dengan totalitasnya?

Gerhana Matahari Cincin 2019 ini berbeda totalitas gelapnya dibanding dengan Gerhana Matahari Total pada 2016. Pada gerhana kali ini, piringan matahari menyisakan penampakan cincin yang diakibatkan oleh bayangan bulan.

Nah, ada yang menarik nih dari catatan sejarah Gerhana Matahari Cincin di masa lalu. Menurut data dari hisab dari Five Millenium Canon of Solar Eclipses karya Fred Espenak yang diterbitkan Badan Antariksa Amerika Serikat pada 2006, yang disilangkan dengan data sejarah, ada Gerhana Matahari Cincin di Kota Suci Madinah yang menarik.

Ulasan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menunjukkan, berdasarkan data tersebut, ada Gerhana Matahari yang penting dalam sejarah Islam.

Gerhana di masa Nabi Muhammad SAW

Pertama, Gerhana Matahari Cincin 27 Januari 632 M yang bertepatan dengan 29 Syawal 10 hijriyah.

Kala itu, di kota suci Madinah, gerhana tersebut tampak sebagai gerhana sebagian di pagi hari dengan 76 persen cakram Matahari tertutupi saat puncak gerhana.

Gerhana ini bertepatan dengan meninggalnya Ibrahim, putra Nabi Muhammad SAW yang masih bayi.

Saat itu umat muslim menghubungkan dan mengira gelapnya matahari karena gerhana dengan meninggalnya putra Nabi Muhammad. Namun Rasulullah SAW kemudian menjelaskan kepada umatnya.

Usai memakamkan putranya, Rasulullah SAW menjelaskan gerhana tidaklah berhubungan dengan hidup matinya seseorang. Karena Bulan dan Matahari adalah dua dari sekian banyak tanda–tanda kekuasaan Allah SWT. Nabi Muhammad SAW kemudian meminta Umat Islam agar segera berzikir dengan menunaikan shalat gerhana tatkala menyaksikan peristiwa gerhana.

Gerhana masa kelahiran Nabi Muhammad SAW

Gerhana Matahari Total terjadi pada 24 November 569 M, yang dekat dengan masa kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Menurut data dari Five Millenium Canon of Solar Eclipses karya Fred Espenak, Gerhana total ini terjadi di kota suci Mekah. Gerhan kala itu tampak sebagai gerhana sebagian di pagi hari dengan 64 persen cakram matahari tertutupi.

Gerhana Matahari Total Nabi Ibrahim

Nah, kalau ditarik lagi ke belakang, sebelum gerhana penting dalam masa Nabi Muhammad SAW, ada juga gerhana yang terjadi pada masa Nabi Ibrahim.

Gerhana pada masa Ibrahim terjadi pada 9 Mei 1533 SM. Kala itu Nabi Ibrahim sedang di tanah Palestina. Kala itu, gerhana berlangsung saat Matahari proses terbenam.

Gerhana Matahari masa Nabi Yusya

Ada juga, lho gerhana lain yang penting dalam sejarah Islam, yaitu Gerhana Matahari Cincin 30 Oktober 1207 SM.

Menurut data Five Millenium Canon of Solar Eclipses karya Fred Espenak, yang dikutip Lembaga Falakiyah PB Nahdlatul Ulama, gerhana ini terjadi bertepatan dengan pertempuran puncak penaklukan tanah Palestina oleh pasukan di bawah pimpinan Nabi Yusya. (ANN)

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close