Trending

Gibran-Bobby menang faktor Jokowi? PDIP: Karena masyarakat makin dewasa

Dua anggota keluarga Presiden Jokowi Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution ikut dalam laga Pilkada 2020. Gibran berlaga di Pilkada Solo. Sementara Bobby berlaga di Pilkada Medan.

Dalam hitung cepat versi lembaga survei, menempatkan anak dan menantu Jokowi itu unggul. Kendati hasil resmi belum diumumkan, namun sejumah pihak percaya jika keduanya akan memenangkan Pilkada di daerah masing-masing.

Terkait hal ini, publik tentu bertanya, apa faktor yang membuat dua anggota keluarga Jokowi ini bisa memenangi Pilkada di Solo dan Medan? Menurut Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga, memang ada sejumlah faktor yang membuat dua-duanya menang. Apa itu?

Menurut dia, ada banyak hal, mungkin personality, hingga kerja keras struktur kerja PDIP di berbagai daerah. Bersama kemudian sejumlah partai yang mendukungnya.

“Tentu semua faktor mempengaruhi. Salah satunya terkait struktural, bahwa struktural kami bahkan sudah sampai ke tingkat RT/RW. Dan itu memang pengaruh dalam situasi covid seperti sekarang ini,” katanya di Satu Meja, disitat Kamis 10 Oktober 2020.

Presiden Joko Widodo
PresidenJoko Widodo. Photo: Instagram

Faktor kedua lainnya, kata dia, adanya keinginan dari masyarakat dengan perubahan di wilayahnya. Eriko lantas mencontohkan di Medan. Di sana, banyak masyarakat yang sudah teriak menginginkan adanya perubahan lebih baik ke depan.

“Sementara di Solo, walau kondisi saat ini sudah baik, namun tentu harus dilanjutkan. Agar yang baik ini menjadi lebih baik lagi,” tegasnya.

Sementara faktor Jokowi efek, Eriko tentu tak bisa menampiknya. Kata dia, itu memang satu fakta yang tak bisa ditutup-tutupi lagi, tetapi tentu dianggap bukan jadi faktor dominan selain dua faktor di atas.

“Bukan hanya kerja kader partai yang ada, tapi juga kedewasaan masyarakat.”

Gibran-Bobby fakta politik

Sementara itu Direktur Eksekutif CSIS Philip Fermonte memberikan analisanya terkait kemenangan dua anggota keluarga Presiden Jokowi.

Menurut Philip, sejauh ini hubungan keluarga dalam politik memang diakui masih cukup kental di Indonesia. Ini setidaknya sudah berlaku sejak zamannya Bung Karno.

Bukan cuma Jokowi, kata dia, bahkan hal serupa soal keluarga juga dilakukan oleh Prabowo, Maruf Amin, bahkan Susilo Bambang Yudhoyono. Kata dia, sah-sah saja sebenarnya sepanjang mereka mematuhi segala peraturan yang ada.

“Ini adalah sesuatu fakta politik yang masih terjadi. Sepanjang bisa mematuhi rules of the game dengan baik, kalau tidak ada favoritisme penyelengara Pemilu, tak ada hal-hal politik yang dilanggar, maka menurut saya rules of the game-nya memungkinkan,” katanya di kesempatan yang sama.

Presiden Jokowi dan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Foto: Antara
Presiden Jokowi dan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Foto: Antara

Menurut dia tak selamanya sosok yang masih memiliki darah kekuasaan dan mencalonkan diri selalu menang. Dia setidaknya menyebut jika putri Maruf Amin tidak demikian. Ini artinya, masyarakat tentu punya penilaian masing-masing pada calon yang dipilihnya.

“Bahwa ini adalah tentang power, ya bisa saja, orang-orang yang masih keluarga, berusaha untuk terus punya pengaruh politik yang kontinyu. Saya rasa sepanjang meletakkan institusi dipatuhi dan tak dilanggar tak mengapa,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close