Trending

Gibran emosi, anak-anak rusak makam nonmuslim salib digeser: Ngawur banget!

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka emosi atas kasus perusakan makam di Mojo Pasar Kliwon. Makin marah Gibran setelah tahu yang rusak makam ternyata adalah anak-anak. Gibran nggak peduli, ingin anak-anak dihukum karena merusak makam salib digeser dan lainnya.

Selain itu, putra Jokowi ini minta sekolah informal tempat anak-anak belajar itu ditutup saja. Sebab sudah tindakan anak-anak itu sudah kelewatan banget.

Ngawur banget anak rusak makam nonmuslim

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka meninjau makam yang dirusak anak-anak. Foto Suara.com

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming meminta kasus perusakan makam di Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon ini dituntaskan. Hukum mesti ditegakkan dan sekolah informal tempat belajar anak-anak akan ditutup saja.

Bukan cuma anak-anak perusak makam saja yang bakal ditindak, Gibran mengatakan pun demikian dengan pengelola sekolah informal anak-anak tersebut belajar. Ternyata sekolah yang dimaksud tak kantongi izin.

“Segera kami proses, pengasuh dan anak-anak juga perlu pembinaan. Ini sudah ngawur banget, melibatkan anak-anak. Tutup saja, sudah enggak bener,” jelas Gibran soal rusak makam dikutip dari Solopos, Senin 21 Juni 2021.

Nisan rusak, salib dirobohin

Gibran tanggapi kisah cinta Kaesang dan Felicia
Gibran emosi makam nasrani dirusak. Sumber: YouTube berita surakarta

Nah menurut pengakuan warga dan ahli waris makam, perusakan makam adalah anak-anak. Itu menurut juru kunci makam.

Setidaknya ada 12 makam yang rusak, ornamen nisan copot. Menurut pengakuan warga ke Gibran sebagaiman dikutip dari laman Youtube Berita Surakarta, makamnya dipukul batu, salibnya dirobohin sampai makamnya digeser.

Salah satu ahli waris makam, Andrea Budi Prasetyo mengaku mengetahui makam keluarganya rusak pada Rabu pekan lalu. Kemudian kasus ini sampailah terdengar ke penegak hukum.

Andreas dipanggil Polsek Pasar Kliwon kemudian untuk dipertemukan dan mediasi dengan anak-anak perusak makam. Hasil mediasi perusak makam akan memperbaiki makam, sedangkan Andreas sih sudah menerima insiden itu.

Nah menurut keterangan Lurah Mojo, Margono aslinya kasus ini sudah tidak diproses hukum oleh kepolisian lantaran sudah selesai dalam tahap mediasi. Tapi karena mengandung unsur intoleran, maka 12 anak perusak makam tetap diproses hukum gitu lho. Margono memastikan anak perusak makam bukan warga Mojo tapi luar kelurahan itu.

Nah belakangan muncul informasi, sekolah informal tempat anak perusak makam belajar adalah sekolah keagamaan lho.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close