Fit

Gilang si predator seks fetish kain jarik ngaku pancarkan aura jahat

Media sosial sedang dihebohkan dengan fetish seorang mahasiswa bernama Gilang. Kelakuannya yang memiliki fetish atau penyimpangan seksual terhadap tubuh yang terbungkus kain jarik dibeberkan oleh akun @m_fikris.

Melalui utas panjang di Twitter, terbongkar modus si mahasiswa. Akun tersebut bercerita kalau Gilang menghubunginya untuk membantu riset akademis.

Baca juga: Geger fetish kain jarik: Harusnya Gilang bersyukur kasusnya dibongkar

Tapi, riset tersebut tak lazim. Korban diperintahkan untuk mengikat tubuh dengan lakban kemudian dibungkus dengan kain jarik dari kaki hingga kepala, serupa pocong. Selain itu, korban diminta mengeluarkan emosi, seperti menangis, takut, gugup, dan merengek dalam kondisi terbungkus.

Fetish kain jarik
Fetish kain jarik. Foto: Twitter

Makin terasa janggal karena korban diminta merahasiakan ‘riset’ tersebut. Lalu setelah utas tersebut viral, muncul pengakuan dari beberapa korban lain dengan modus serupa.

Kabarnya hal itu merupakan akal-akalan Gilang untuk memuaskan fetish-nya. Biasanya, ia menyasar mahasiswa baru sebagai korbannya. Beberapa korban bakan diminta untuk disentuh organ vitalnya untuk dilihat reaksinya.

Penasaran dengan sosok Gilang

Netizen dibuat penasaran dengan sosok Gilang yang mengaku sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur.

Ternyata, dia pernah mengisi biodata di situs AskFM saat baru lulus SMA. Dikutip dari Insertlive, ketika itu dia membeberkan 20 hal tentang dirinya. Mulai dari nama lengkap sampai hobi.

Gilang menyebut suka banget nonton film. Dia mengaku bisa bebas menonton film karena punya budget sendiri. Saat itu ia paling suka film produksi Disney, animasi atau fantasi. Ternyata, dia penggemar film produksi Ernest Prakarsa. Si sutradara bahkan pernah mengunggah foto selfie bersama si predator di media sosial. Ernest mengapresiasi Gilang yang sudah 12 kali menonton karyanya, Imperfect. Dia juga fans berat manga One Piece.

Dokumentasi korban yang tertipu oleh pelaku fetish berkedok riset
Dokumentasi korban yang tertipu oleh pelaku fetish berkedok riset Foto: Twitter @m_fikris

Dia juga menyebut fobia ketinggian dan ulat dan tidak menyukai makanan yang berbahan dasar organ binatang.

Gilang mengaku jago main pisau. Selain itu juga menguasai beberapa bahasa daerah seperti Jawa, Banjar dan Dayak. Dia menyebut banyak yang tidak menyukainya, “Punya banyak musuh, haters, backstabbers, temen muka dua, pengkhianat, junior kurang ajar tapi santai aja,” tulisnya.

Ia juga menyebut sifatnya. “Sebenarnya campur aduk sih sifatnya. Ada yang bilang aku pendiam banget lah, misterius lah, ada juga yang bilang aku bore, pecicilan.” Tidak hanya itu, dia beranggapan banyak yang melihatnya memancarkan aura jahat. “Memancarkan aura jahat *kata orang.”

Tapi kalau disimak dari utas di Twitter, dia merupakan pribadi yang santun dan sopan. Makanya banyak orang yang akhirnya mau membantu ‘risetnya’. Padahal itu merupakan tipu daya agar para korban mau mengikuti fetish-nya.

Sebagai penutup, di biodata itu Gilang merasa bersyukur diterima di salah satu Universitas negeri di Jawa Timur. Jurusan kuliahnya juga sesuai dengan minatnya, Sastra Indonesia. “Suka banget nulis cerita, jadi cocok banget di bidang sastra dan pelajaran bahasa Indonesia. Tapi lemah di Olahraga dan pelajaran hitung-hitungan,” ungkapnya.

Kalau melihat profilnya, tidak ada yang aneh. Apalagi Gilang berpembawaan santun. Pelajaran untuk kita, selalu jaga diri dengan orang yang dikenal di dunia maya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close