Hobi

Google Doodle peringati Hari Bumi, simak sejarah dan awal mulanya!

Berikut ini Hops.ID akan memberikan ulasan soal Google Doodle yang memperingati Hari Bumi 2021, dan bagaimana sejarah peringatan itu bermula.

Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2021, Kamis 22 April 2021, Google Doodle mengeluarkan sebuah video yang menarik, yang berisi ajakan untuk menanam benih. Pengguna akan langsung menemukan Doodle tersebut begitu masuk ke halaman awal mesin pencarian Google.

Dalam video animasi singkat berdurasi 40 detik, Google menampilkan bagaimana seorang gadis kecil menanam benih pohon. Pohon itu itu tumbuh besar, dan si gadis menua.

Begitu pohon besar dan gadis itu menua, ia kemudian memberikan benih kepada yang lainnya untuk ditanam, dan dirawat hingga besar. Demikian seterusnya seperti itu hingga ke beberapa orang lainnya, hingga akhirnya di penghujung video banyak pohon yang tumbuh, disertai dengan senyum orang-orang di sekitarnya.

Google Doodle peringati Hari Bumi. Foto: Google Doodle
Google Doodle peringati Hari Bumi. Foto: Google Doodle

Dari video animasi tersebut, tersirat pesan bahwa untuk mencintai, merawat dan menyelamatkan Bumi, bisa dilakukan dengan langkah kecil yakni menanam benih pohon.

Namun demikian, jangan hanya sendiri melakukan langkah positif tersebut, melainkan juga mengajak orang lain untuk terlibat aktif dalam partisipasi menyelamatkan Bumi dengan menanam benih dan merawatnya hingga jadi besar.

Dengan banyaknya pohon yang ditanam dan tumbuh, bukan hanya Bumi yang terselamatkan, tapi juga manusianya juga menjadi senang dan bahagia dalam menjalani hidup.

“Doodle Hari Bumi tahun ini menyoroti bagaimana setiap orang dapat menanam benih menuju masa depan yang lebih cerah. Pada Hari Bumi ini (dan setiap hari), kami mendorong setiap orang untuk menemukan satu tindakan kecil yang dapat mereka lakukan untuk memulihkan Bumi kita,” tulis Google pada laman resmi Doodle.

Sejarah Hari Bumi

Hari Bumi atau Earth Day diperingati setiap tahunnya di tanggal 22 April. Melansir laman Earth Day, Hari Bumi mulai diprakarsai pada 1970 saat gerakan lingkungan modern dimulai. Dimulainya gerakan tersebut guna menyuarakan kesadaran publik tentang keadaan planet kala itu.

Beberapa dekade sebelum Hari Bumi ditetapkan, orang Amerika menggunakan mobil-mobil yang mengeluarkan timbal dan gas polutan dalam jumlah yang besar.

Selain itu, industri-industri mengeluarkan asap dan polutan yang mencemari lingkungan. Kala itu, pelaku industri seakan tidak takut dengan hukum yang berlaku maupun dengan publikasi media terkait asap pencemaran. Juga, masyarakat kala itu belum sadar bagaimana masalah lingkungan dan pencemaran dapat mengancam kehidupan manusia.

Namun, pandangan mulai berubah usai buku best seller di New York, Silent Spring karya Rachel Carson diterbitkan pada 1962.

Buku tersebut laris di berbagai negara di dunia, karena meningkatkan kesadaran dan kepedulian publik terhadap organisme hidup, lingkungan dan hubungan yang tak terpisahkan antara polusi dan kesehatan masyarakat.

Ilustrasi peringatan Hari Bumi. Foto: Casey Trees
Ilustrasi peringatan Hari Bumi. Foto: Casey Trees

Sementara itu, ide Hari Bumi sendiri dicanangkan oleh Senator dari Wisconsin, AS, Gaylord Nelson yang telah lama mengkhawatirkan lingkungan yang memburuk di negaranya.

Pada 1969, ia melihat tumpahan minyak dalam jumlah besar di Santa Barbara, California. Terinspirasi oleh gerakan mahasiswa anti-perang, ia pun ingin menanamkan kesadaran masyarakat tentang polusi udara dan air lewat para mahasiswa.

Nelson kemudian meminta untuk menyebarkan gagasan tersebut ke kampus-kampus dan media nasional. Ia lalu merekrut Denis Hayes, aktivis muda, untuk mengatur pengajaran di kampus. Mereka memilih 22 April, hari kerja antara Libur Musim Semi dan Ujian Akhir pada saat itu, guna memaksimalkan partisipasi mahasiswa.

Kampanye Hari Bumi menginspirasi 20 juta orang AS pada saat itu. Kemudian pada akhir 1970, Hari Bumi pertama mengarah pada pembentukan Badan Perlindungan Amerika Serikat.

Mendekati 1990, Hari Bumi menjadi hari peringatan global. Memobilisasi 200 juta orang di 141 negara untuk mengangkat masalah lingkungan ke panggung dunia.

Saat ini, lebih dari 190 negara terlibat dan 1 miliar orang dimobilisasi untuk menyuarakan masalah lingkungan. Di era serba digital, pemanfaatan teknologi untuk menyuarakan peringatan Hari Bumi dilakukan, seperti misalnya lewat Google Doodle.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close