Hobi

Google Maps ternyata tampilkan peta yang berbeda di beberapa negara, ini alasannya

Google Maps saat ini banyak digunakan oleh masyarakat untuk alat bantu navigasi dan peta. Selain itu, Google Maps juga bisa digunakan saat ingin mencari berbagai hal, termasuk bentuk bentang alam, maupun perbatasan antar-negara yang ada di dunia ini.

Google Maps sendiri sudah digunakan oleh jutaan pengguna di seluruh dunia. Aplikasi ini memberikan kemudahan navigasi, di mana saja di seluruh dunia dengan citra satelit, peta jalan, kondisi lalu lintas secara real time, dan perencanaan rute melalui berbagai moda transportasi termasuk mobil, bus, kereta api, dan bahkan berjalan kaki.

Faktanya, menukil laman Digital Information World, Senin 2 Agustus 2021, sstatistik terbaru menyebutkan bahwa Google Maps menyimpan citra satelit dari area di mana hampir 98% populasi dunia tinggal. Itu merupakan data yang sangat banyak dan mungkin akan membuat orang awam bertanya-tanya bagaimana Google menangani itu semua.

Namun demikian, terdapat fakta menarik yang menyebut bahwa ternyata di sejumlah negara, peta yang ditampilkan oleh Google Maps berbeda. Dalam sebuah video, kanal YouTube RealLifeLore menyebut bahwa terdapat beberapa negara yang tidak disorot oleh Google Maps.

Ilustrasi Google Maps. Foto: How-To-Geek
Ilustrasi Google Map. Foto: How-To-Geek

Selama menggunakan navigasi, mungkin pengguna akan memperhatikan bahwa perbatasan suatu negara disorot dengan garis merah. Namun, menurut temuan terbaru, Google Maps tidak menekankan hal itu pada beberapa negara karena berbagai hambatan politik.

Kanal YouTube RealLifeLore mengungkapkan ada lebih dari 20 negara yang tidak disorot oleh layanan pemetaan web terbesar di dunia tersebut.

Sebagai contoh yakni India dan Pakistan. Dua negara itu telah memperebutkan kepemilikan wilayah Jammu dan Kashmir selama lebih dari 70 tahun.

Perselisihan menjadi rumit pada tahun 1970-an ketika militer Pakistan menguasai beberapa bagian Jammu dan Kashmir, dan sekarang dikenal sebagai Pakistan Occupied Kashmir, sementara China menduduki wilayah timur lautnya. Dan, sekarang masing-masing negara ini mengklaim kepemilikan Kashmir.

Untuk mengatasi konflik politik itu, raksasa pencarian Google telah menemukan jalan tengah yang diambil untuk menjaga keharmonisan dengan layanannya.

Perbedaan peta di Google Maps jika dibuka dari Pakistan dan India. Foto: NYT
Perbedaan peta di Google Map jika dibuka dari Pakistan dan India. Foto: NYT

Solusi tersebut adalah membuat gambaran peta yang berbeda dari setiap negara. Misalnya, jika ada pengguna yang membuka Google Maps dari India, maka akan melihat bahwa wilayah Jammu dan Kashmir adalah bagian dari India, yang ditandai dengan garis padat.

Namun, jika pengguna melihatnya dari China, maka sebagian wilayah Kashmir yang diduduki China ditampilkan sebagai bagian dari lokasi geografis negara tersebut dan ditandai dengan garis yang solid.

Terakhir, jika pengguna melihat Maps dari Pakistan, maka perbatasan untuk menentukan wilayah yang disengketakan ditandai dengan garis putus-putus.

Konflik kepemilikan wilayah Jammu dan Kashmir ini bukanlah satu-satunya. Beberapa negara yang punya konflik serupa dengan negara lainnya juga menampilkan wilayah di Google Maps yang sesuai dengan pengakuan negara masing-masing, termasuk Rusia, Palestina, dan lain sebagainya.

Ambil satu contoh Ukraina dan Rusia. Dua negara itu saling mengklaim kepemilikan Semenanjung Krimea. Jadi, jika melihat Google Maps dari Rusia, maka Krimea akan masuk ke dalam peta negara tersebut. Begitu pula saat membuka Google Maps dari Ukraina, maka wilayah Semenjung Krimea akan dimasukkan ke dalam peta teritori Ukraina.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close