Trending

Hai pengecut! Murka Anies Baswedan anak buah tewas korban tabrak lari

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan murka kepada pengendara sepeda motor yang lari setelah menabrak tewas petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU). Petugas yang terdaftar di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara tersebut menjadi korban tabrak lari di jalan raya.

Pria yang diketahui bernama Taka (43) harus tewas dan membuat Anies mengecam pelaku penabrak lari yang meninggalkan korban begitu saja tanpa ada permintaan maaf ataupun bertanggung jawab. Korban ditinggal di tengah jalan oleh pelaku penabrak yang lari menggunakan sepeda motornya.

Baca juga: Nah loh, ibu hamil 1 jam mengaku tak pernah disentuh selama 19 bulan

Mirisnya kecaman Anies ini tak lepas dari peran Taka yang menjadi ayah dari anak-anaknya yang masih kecil, bahkan masih memiliki balita yang kini telah ditinggal selamanya oleh sang ayah yang menjagi korban tabrakk lari.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Foto: Instagram

Kemarahan Anies kali ini berbeda, bahkan Gubernur DKI Jakarta ini sangat geram dengan kaburnya pelaku, dengan membuat pesan kepada penabrak petugas PPSU di jalan raya. Berikut surat terbuka Anies bagi pelaku:

Hai kau Pengecut…!!
Dari persembunyianmu, kau buka berita-berita online. Carilah berita soal petugas PPSU Jakarta.

Lalu…

Lihatlah wajah Cantika, bayi 3 bulan, ia kini yatim
Lihatlah wajah anak Melati, ia kini yatim
Lihatlah wajah istrinya, ia kini janda

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Antara.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Antara.



Mereka adalah istri dan anak dari petugas kebersihan yang kau hajar dengan motormu tadi pagi. Dia terkapar, tak lagi bernyawa. Dan kau ngacir… lari!!

Menghinakan Ibumu, orang tuamu. Seakan ibumu, ayahmu tidak pernah mendidikmu soal tanggung jawab.
Kau tinggalkan ia terkapar di jalanan, kau pikir yang kau tabrak itu gelondongan kayu!??

Ketahuilah, dia manusia, namanya Taka. Umurnya 43 tahun. Dia adalah ayah, dia suami. Dia pekerja keras. Dia berjuang untuk keluarganya. Tiap pagi, jam 3 dini hari dia berangkat dari rumah. Dia membersihkan jalanan disaat mayoritas masih terlelap.

Sejak pagi air mata istri dan anaknya mengalir. Bayi umur 3 bulan ini digendong dan ditatap sendu oleh ibunya. Bayi itu terus menerus senyum, tidak ada suara tangis darinya; seakan menghibur ibunya yang sedang runtuh perasaannya, menghibur kakaknya yang sedang duka tak terbatas. Bayi itu dinamai ayahya: Cahaya Cantika. Bayi itu kelak hanya bisa lihat foto ayahnya.

Keluarga amat sederhana itu siang tadi pulang ke Indramayu, membawa pulang jenazah suami dan ayahnya. Ratusan petugas PPSU ikut melepas. Bayi Cantika digendong ibunya, duduk di kursi depan. Saat sirene berbunyi, kendaraan bergerak, dan suasana haru memuncak. Taka diantar pulang ke kampung halaman untuk selamanya…

Gubernur Anies Baswedan memimpin rapat. Foto: Instagram Anies Baswedan
Gubernur Anies Baswedan memimpin rapat. Foto: Instagram Anies Baswedan



Hai Kau penabrak lari… Datangi kami, laporkan diri. Ambil tanggung-jawab. Mintalah maaf dari keluarganya dan ampun dariNya. Lalu, hadapi hukum dan pengadilan di tanah ini. Semoga itu bisa meringankan bebanmu.

Tapi kalau Kau terus sembunyi. Ingat, Kau mungkin bisa melarikan diri dari tanggung-jawab di dunia, tapi ingat kau tidak akan bisa lepas dari tanggung-jawab di hadapan Allah Sang Maha Menghakim, Al Hakam. Jangan harap kau bisa ngacir dari pengadilanNya.

Buat kita semua, doakan Taka. Doakan keluarganya. Allahyarham Taka ditinggikan derajatnya di sisi Allah, dimuliakan tempatnya, dan dilipatgandakan hitungan pahala atas setiap amalnya

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close