Trending

Viral warung makan buka siang hari digerebek, Gus Nadir: Jangan berlebihan lah bos

Bulan puasa tak serta-merta menjadikan kedamaian menyertai. Pasalnya, masih ada saja konflik dan polemik yang terjadi di bulan suci umat Islam ini. Salah satunya adalah kontroversi yang dari dulu hingga sekarang tak juga selesai, yakni beroperasinya warung makan di siang hari.

Seperti diketahui, ada sebagian orang yang beranggapan bahwa membuka warung makan di siang hari itu tidak menghormati yang puasa. Namun sebagian lain beranggapan sah-sah saja warung buka di siang hari, dan harusnya yang berpuasa tidak goyah imannya hanya karena melihat warung yang buka.

Dan baru-baru ini, Pemkot Serang yang menerapkan kebijakan pelarangan warung makan dan restoran buka di siang hari mendapat berbagai tanggapan dari banyak pihak.

Bahkan, belum lama ini beredar sebuah video yang menunjukkan penggerebekan sebuah warung makan kecil yang beroperasi di siang hari. Video tersebut diunggah oleh akun @Namaku_Mei di media sosial Twitter dan viral.

Ilustrasi warteg. Foto: Suara
Ilustrasi warteg. Foto: Suara

Dalam video itu, terlihat sejumlah aparat berseragam masuk ke warung nasi yang dari luar ditutupi oleh spanduk. Para petugas itu kemudian memergoki pengunjung yang sedang lahap menyantap makanan.

Para aparat yang berdatangan meminta pengunjung untuk segera menyelesaikan makannya dan membayarnya. Selain itu, juga meminta si pemilik untuk menutup warungnya dan ikut ke kantor polisi.

Akun tersebut menuliskan, kejadian penggerebekan itu terjadi di Kota Serang, Banten pada Kamis (15/4) lalu. Aparat yang datang pun menyita alat penanak nasi sebagai bukti, kata akun tersebut.

KETANGKAP BASAH: Dua warga ketangkap basah sedang makan siang di salah satu warteg di ruas Jalan Raya Petir dekat Perumahan Serang Hijau, Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis (15/4/21). Jajaran Satpol PP Kota Serang terpaksa menyita alat penanak nasi (magicom) sebagai bukti,” tulisnya dikutip Hops.ID, Sabtu 17 April 2021.

Repons Gus Nadir

Melihat video penggerebekan warung makan yang viral tersebut, cendekiawan muslim, Nadirsyah Hosen memberikan reaksinya. Sosok yang karib dipanggil Gus Nadir itu langsung menjelaskan bahwa sebenarnya ada beberapa golongan orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Ada orang yg secara syar’i dibenarkan tdk puasa: sakit, musafir, haid. Begitu juga yg bukan Muslim. Mereka punya hak makan di warung,” tulis Gus Nadir di Twitter-nya.

Gus Nadir kemudian mempertanyakan keputusan aparat yang menyita alat penanak nasi si pemilik warung, serta memaksanya tutup. Kata dia, dengan tindakan seperti itu, bagaimana si pemilik warung bisa menghidupi keluarganya. Ia pun meminta agar pemerintah Kota Serang tak berlebihan.

Pemilik warung disita alat masaknya atau dipaksa tutup, mereka mau menghidupi keluarga dg cara apa? Pemda Serang mau bantu? Jgn berlebihanlah boss,” tegas Gus Nadir.

Gus Nadir. Foto: Suara
Gus Nadir. Foto: Suara

Lebih lanjut, Gus Nadir juga menulis, kejadian penggerebekan ini biasanya hanya menimpa kaum kecil, dan tak menyentuh kaum elit.

Dan satu lagi….yg jadi sasaran pasti orang kecil dan lemah spt ibu pemilik warung dan pengunjung warung. Tapi yg berskala besar dan mewah spt hotel bintang lima dan restoran serta food court di mall gak akan kena razia. Padahal mereka jg menyajikan makanan. Naseebbb orang kecil,” tutupnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Pemkot Serang mengeluarkan surat yang isinya melarang pemilik warung makan untuk beroperasi di siang hari saat bulan Ramadan. Bagi yang nekat buka, maka akan dikenakan denda.

Pelarangan tersebut pun menuai beragam reaksi. Bahkan, Kemenag ikut menyoroti aturan tersebut, dan menilainya itu sebagai hal yang berlebihan, diskriminatif dan melanggar hak asasi untuk mereka yang tidak berpuasa.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close