Trending

Gus Nadir: Vaksin gratis halal dan Jokowi udah, ini bukan mau-maunya elo!

Vaksin Covid-19 di Indonesia dimuai per hari ini. Orang pertama yang disuntik vaksin Sinovac yaitu Presiden Jokowi. Setelah kelar Jokowi disuntik vaksin, warganet muncul berbagai tanggapan dan respons, rupa-rupa responsnya. Ada yang senang dengan Jokowi disuntik vaksin, ada pula yang masih menyoal vaksin Sinovac buatan China. Kai NU, Gus Nadir ikut komentari vaksin.

Suara yang senang dengan vaksin Sinovac, yakni vaksin itu gratis untuk rakyat, sudah dijamin halal pula oleh Majelis Ulama Indonesia. Jadi apa lagi hal yang meragukannya.

Sedangkan yang menyoal vaksin Sinovac, yakni soal efikasinya atau kemanjurannya. Kemarin sebelum suntik vaksin mulai, efikasi vaksin Sinovac disebutkan sampai 65 persen, tapi masih ada yang belum yakin lho.

Baca Lainnya

  • Gus Nadir soal vaksin, kan udah gratis halal

    Gus Nadir
    Gus Nadir. Foto Instagram @pecihitam_org

    Program vaksin Covid-19 dimulai hari ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Para tenaga medis dan dokter menyambut baik Presiden Jokowi mengawali suntik vaksin Sinovac. Misalnya Dokter Tirta Hudhi mengapresiasi Jokowi yang menjamin kualitas vaksin Sinovac kepada rakyat.

    Namun ada pula yang masih belum yakin lho dengan vaksin tersebut, alasannya soal efikasi dan lainnya.

    Nah kelar Jokowi disuntik vaksin, kiai NU Nadirsyah Hosen, atau Gus Nadir menyindir mereka yang masih belum yakin dan emoh disuntik vaksin.

    “Minta gratis, udah diberi. Minta yg halal, udah keluar fatwanya. Minta Jokowi duluan, udah juga. Tapi kalau nunggu divaksin agar kebencian dan prasangka di hatimu hilang, ya repot. Ini vaksin Covid. Bukan vaksin mau-maunya eloe! Yuk, dukung vaksinasi demi kemaslahatan bersama,” tulis Gus Nadir dalam cuitannya di akun Twitter, Rabu 13 Januari 2021.

    Politikus Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid termasuk kubu yang masih menyoal kemanjuran vaksin Sinovac.

    Walau sudah diumumkan tingkat kemanjurannya vaksin Sinovac mencapai 65 persen, namun Hidayat Nur Wahid melihat perkembangan terbaru efikasi vaksin Sinovac di Brasil. Tingkat efikasinya malah menurun, inilah yang disoal mantan Presiden PKS itu.

    Meski menyoal efikasi vaksin Sinovac, Hidayat menyelipkan doa semoga proses vaksin Sinovac di Indonesia bisa berjalan mulus dan efikasinya tak merosot seperti kasus di Negeri Samba.

    “Akhirnya Presiden @jokowi setuju jadi orang pertama di NKRI yg divaksin covid-19. MUI&BPOM sudah keluarkan “izin”nya. Tapi justru Brazil umumkan efikasi sinovac turun jadi 50,4%. Semoga yg di Indonesia tidak merosot efikasinya, untuk sehat&selamatnya Bangsa Indonesia dari covid-19,” tulis Hidayat dalam cuitannya.

    Program suntik vaksin dimulai

    Presiden Jokowi disuntik vaksin Sinovac
    Presiden Jokowi disuntik vaksin Sinovac. Foto Antara/Fan Page Jokowi

    Pemerintah Indonesia resmi memulai program vaksinasi Covid-19 hari ini. Vaksinasi pertama dilakukan di Istana Kepresidenan.

    Presiden Joko Widodo jadi yang pertama mendapatkan vaksinasi. Sebelum disuntikan vaksin, Presiden Jokowi harus menjalani tes tekanan darah dan menjawab beberapa pertanyaan terkait kondisi kesehatannya.

    Dokter yang melakukan pemeriksaan menyebutkan tekanan darah Jokowi sebesar 120 per 60 mmHg dan dinyatakan sehat untuk mendapatkan vaksin. Saat ditanya dokter, Presiden juga mengaku tidak mengalami demam, batuk, atau sakit lainnya.

    “Agak batuk kecil saja,” kata Presiden Jokowi kepada dokter di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 13 Januari 2021 dikutip dari Suara.com, jaringan Hops.ID.

    Setelah dinyatakan dalam kondisi sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit penyerta apapun, Presiden Jokowi langsung menuju meja penyuntikan vaksin Covid-19. Imunisasi dilakukan oleh wakil dokter Kepresidenan Wakil prof. dr. Abdul Muthalib. Sp. PD.

    Selesai disuntik vaksin, Presiden Jokowi harus menunggu 30 menit untuk menunggu kemungkinan adanya gejala atau reaksi dari vaksin Covid-19.

    Ketua dokter kepresidenan dari RSPAD Letjen dr. Budi Sulistiana menjelaskan, setiap orang yang menjalani vaksinasi Covid-19 harus melalui serangkaian proses terlebih dahulu.

    “Prosesnya adalah tentu harus dimulai pre vaksinasi kemudian pemberian informasi konsep pemeriksaan ulang tanda vital, termasuk di dalamnya informasi terkait vaksinasi. Setelah selesai, baru dilakukan proses vaksinasi. Kemudian dilanjutkan ke meja keempat untuk monitoring dan pencatatan. Setiap orang yang melakukan vaksinasi akan menjalani proses yang sama,” tutur dokter Budi.

    Setelah Presiden Jokowi selesai divaksinasi, kemudian dilanjutkan dengan Ketua Ikatan Dokter Indonesia dr. Daeng M. Faqih dan sejumlah Menteri juga TNI-Polri.

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close